Alasan Huawei Watch GT 2e Cocok untuk Pengguna Smartwatch Newbie
Senin, 05 Oktober 2020 - 09:30 WIB
Huawei Watch GT 2e sudah dibekali fitur penting ini: mengukur tingkat saturasi oksigen darah (SpO2). Ini kaitannya dengan dampak Happy Hipoksia yang jadi gejala Covid-19. Tepatnya ketika infeksi virus Corona menyerang tubuh dan menghambat sinyal ke otak untuk memberitahu bahwa darah kita kekurangan oksigen.
Artinya, tubuh tidak sadar sudah kekurangan oksigen. Nah, memiliki perangkat SpO2 yang selalu melekat di tubuh adalah nilai plus.
Baterai Dua Minggu?
Huawei mengklaim baterai 455mAh Huawei Watch GT 2e bisa bertahan 2 minggu. Kenyataannya memang tidak sampai segitu. Apalagi untuk pengguna aktif yang membuat arloji aktif bekerja. Tapi, bisa saya katakan baterai Huawei Watch GT 2e terbilang irit.
Semua Bisa Diukur
Konsep smartwatch saat ini adalah sports science. Artinya, aktivitas kita bisa direkam. Lalu diolah menjadi data. Kemudian bisa digunakan untuk memperbaiki kegiatan. Saya rasakan manfaat Huawei Watch GT 2e sebagai pengingat denyut jantung yang abnormal.
Misalnya saat bersepeda. Jika sudah terlalu tinggi, saya mengatur nafas dan menurunkan kecepatan. Dengan usia mendekati kepala 4, hal ini jelas penting sekali. Apalagi, pengukur detak jantungnya diklaim akurat.
Lainnya itu, Huawei Watch GT 2e juga bisa memantau tidur (teknologi Trusleep 2.0) dan manajemen stres TruRelax. Sehingga kita bisa lebih mengenal kondisi tubuh kita.
Layar Terang dan Mudah Dinavigasikan
Layar sentuh AMOLED 1,39 inci (454x454 piksel) terbilang terang sekali bahkan di siang hari. Informasi masih terlihat jelas. Warna-warnanya pun menonjol. Saya juga suka sekali bagaimana Huawei Watch GT 2e sangat mudah dinavigasikan. Untuk mengakses menu-menunya bisa cepat, dan presisi yang ditenagai chip Kirin A1. Saat olah raga, saya bisa cepat sekali memilih menu Cycling, dan menyentuh tombol mulai (merekam). Tidak semua smartwatch seperti ini.
Lihat Juga :