Penjelasan BMKG Mengenai Hujan Es
Kamis, 24 September 2020 - 17:01 WIB
Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu - abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu - abu bahkan hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
Pepohonan disekitar tempat berdiri akan ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat berdiri.
Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras yang tiba - tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
Jika 1 hingga 3 hari berturut - turut tidak ada hujan pada musim transisi pancaroba atau penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.
Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu - abu bahkan hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
Pepohonan disekitar tempat berdiri akan ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat berdiri.
Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras yang tiba - tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
Jika 1 hingga 3 hari berturut - turut tidak ada hujan pada musim transisi pancaroba atau penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.
(wbs)
Lihat Juga :