Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?

Rabu, 08 Juli 2026 - 16:06 WIB
"Kita butuh kurang lebih memang ada zona inti, ada juga zona penyangga. Zona inti memang yang diperlukan saat ini masih 100 hektar dan tanahnya sudah dimiliki oleh BRIN. Pengadaan sudah sangat lama sekali," ucap Arif.

Sudah Dikaji Sejak 1990-an, Warga Biak Menanti Kepastian

Arif menyebut proses kajian lokasi ini bukan hal instan. BRIN—dan lembaga pendahulunya—sudah melakukan riset kelayakan sejak awal dekade 90-an, jauh sebelum wacana ini kembali ramai dibahas publik.

"Kajian sudah sangat lama, kita sudah melakukan kajian sejak awal 90-an. Itu perencanaan sudah sangat lama sekali. Sehingga memang masyarakat di sana pun sudah menanti-nanti, ini kapan ini jadinya?" jelas Arif.

Persetujuan Masyarakat Adat Sudah Dikantongi

Isu sensitif dalam proyek strategis nasional biasanya berkutat pada konflik lahan dan hak masyarakat adat. Arif mengklaim BRIN sudah menempuh proses konsultasi langsung dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga tokoh adat di Biak.

"Alhamdulillah sebagian besar tokoh adat juga sudah menandatangani persetujuan terkait dengan pembangunan bandar antariksa yang di Biak ini. Tentu yang perlu kita terus tekankan adalah bagaimana bandar antariksa juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, itu yang menjadi concern kita," tutur dia.

Biak Bukan Satu-satunya Opsi

Meski jadi kandidat terkuat, Arif menegaskan Biak bukan keputusan final tunggal. BRIN disebut masih mengkaji sejumlah lokasi lain yang berpotensi mendukung peluncuran satelit nasional ke depan.

"Ada beberapa opsi dan sekarang tim sedang terus mengkaji," pungkas Arif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!