Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa

Minggu, 05 Juli 2026 - 13:15 WIB
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa. Foto / Daily
BARCELONA - Di tengah gelombang panas yang melanda banyak negara Eropa, rumah-rumah batu berusia berabad-abad di Italia selatan menjadi pilihan populer bagi banyak orang karena sifat pendinginan alaminya.

Puglia adalah wilayah di Italia selatan yang dikenal dengan garis pantainya yang berwarna pirus dan perkebunan zaitun yang luas. Namun, wilayah ini juga kering dengan panas terikdi musim panas.



Di tengah perubahan iklim dan gelombang panas ekstrem yang semakin meningkat di Eropa, banyak penduduk lokal dan wisatawan menemukan kembali solusi pendinginan ala abad pertengahan: trullo batu – bangunan berwarna abu-putih khas dengan atap kerucut yang telah berdiri selama berabad-abad.

Rumah trullo pertama muncul pada pertengahan abad ke-14, dibangun sebagai struktur satu ruangan dengan atap kerucut besar. Rumah-rumah ini dibangun seluruhnya dari batu kapur yang diambil dari ladang setelah orang-orang membersihkan lahan untuk pertanian.

Kemampuan pendinginan alami bangunan ini berasal dari desainnya yang unik: trullo dibentuk oleh dinding batu tebal, setebal 1,5-3 meter, yang membantu membatasi penyerapan panas. Batu kapur menyimpan kelembapan di musim dingin, secara bertahap melepaskannya di musim panas untuk membantu mendinginkan udara di dalam rumah. Struktur atap kerucut memungkinkan udara naik, menjaga udara sejuk di area tempat tinggal di bawahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!