Kekayaan Laut Indonesia Diminta Dikelola dengan Inovasi Sains
Jum'at, 19 Juni 2026 - 14:23 WIB
Dia menilai sektor kelautan dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Andi Yuslim hadir sebagai pembicara nasional dalam Simposium Nasional XIII dan Internasional IX Kelautan dan Perikanan. Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sektor maritim.
“Indonesia tidak bisa terus bergantung pada ekspor komoditas mentah. Kita harus membangun ekonomi berbasis inovasi, teknologi, dan hilirisasi agar produktivitas nasional meningkat,” kata AYP.
Dalam paparannya, AYP menyoroti tantangan deindustrialisasi dini dan stagnasi produktivitas yang dihadapi Indonesia, memerlukan strategi pembangunan yang berorientasi pada nilai tambah.
Menurut dia, Ekonomi Biru berbasis sains mampu mendorong transformasi sektor kelautan melalui teknologi, riset, dan digitalisasi. Pendekatan itu juga membuka peluang lahirnya industri baru dengan daya saing global.
Andi Yuslim hadir sebagai pembicara nasional dalam Simposium Nasional XIII dan Internasional IX Kelautan dan Perikanan. Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sektor maritim.
“Indonesia tidak bisa terus bergantung pada ekspor komoditas mentah. Kita harus membangun ekonomi berbasis inovasi, teknologi, dan hilirisasi agar produktivitas nasional meningkat,” kata AYP.
Dalam paparannya, AYP menyoroti tantangan deindustrialisasi dini dan stagnasi produktivitas yang dihadapi Indonesia, memerlukan strategi pembangunan yang berorientasi pada nilai tambah.
Menurut dia, Ekonomi Biru berbasis sains mampu mendorong transformasi sektor kelautan melalui teknologi, riset, dan digitalisasi. Pendekatan itu juga membuka peluang lahirnya industri baru dengan daya saing global.
Lihat Juga :