AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:27 WIB
METC sendiri merupakan bagian dari inisiatif global Microsoft Elevate yang bertujuan mempercepat pengembangan keterampilan AI dan kompetensi digital. Melalui program ini, pada 2026, lebih dari 42.000 talenta digital Indonesia telah memperoleh akses pembelajaran dalam bidang artificial intelligence, machine learning, data science, dan teknologi cloud berbasis Microsoft Azure.
Selain pembelajaran mandiri melalui platform Dicoding, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan online dan offline yang dipandu para praktisi industri. Program ini dirancang untuk memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan AI untuk menghasilkan dampak nyata.
Dalam penyelenggaraan AI Impact Challenge tahun ini, sebanyak 363 tim berpartisipasi dan berkompetisi. Mereka menghadirkan solusi inovatif yang menjawab berbagai tantangan pada sektor publik maupun industri.
Para pemenang memperoleh kesempatan memamerkan solusi mereka melalui booth showcase, melakukan presentasi di hadapan para pemangku kepentingan, serta mendapatkan apresiasi langsung dari perwakilan pemerintah dan industri.
Stafsus Menteri Komdigi Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan menegaskan, komitmen pemerintah untuk menyediakan berbagai use case nyata dari masyarakat guna memantik lahirnya inovasi berbasis AI. Melalui pendekatan ini, Alfreno berharap para talenta digital dapat merancang solusi teknologi yang lebih relevan dengan kebutuhan konkret di lapangan.
Government Affairs Director, Microsoft Indonesia Widya Listyowulan memandang AI Impact Challenge ini lebih dari sekadar kompetisi teknologi. Inilah bentuk pengembangan SDM digital yang strategis karena berorientasi pada pemecahan masalah yang kita hadapi setiap hari. Inovasi yang hadir bisa bermanfaat bagi masyarakat. ”Microsoft bangga menjadi bagian dari ekosistem ini dan akan terus mendukung pemerintah dalam merancang kebijakan yang mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab, berdampak, dan merata," jelasnya.
Selain pembelajaran mandiri melalui platform Dicoding, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan online dan offline yang dipandu para praktisi industri. Program ini dirancang untuk memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan AI untuk menghasilkan dampak nyata.
Dalam penyelenggaraan AI Impact Challenge tahun ini, sebanyak 363 tim berpartisipasi dan berkompetisi. Mereka menghadirkan solusi inovatif yang menjawab berbagai tantangan pada sektor publik maupun industri.
Para pemenang memperoleh kesempatan memamerkan solusi mereka melalui booth showcase, melakukan presentasi di hadapan para pemangku kepentingan, serta mendapatkan apresiasi langsung dari perwakilan pemerintah dan industri.
Stafsus Menteri Komdigi Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan menegaskan, komitmen pemerintah untuk menyediakan berbagai use case nyata dari masyarakat guna memantik lahirnya inovasi berbasis AI. Melalui pendekatan ini, Alfreno berharap para talenta digital dapat merancang solusi teknologi yang lebih relevan dengan kebutuhan konkret di lapangan.
Government Affairs Director, Microsoft Indonesia Widya Listyowulan memandang AI Impact Challenge ini lebih dari sekadar kompetisi teknologi. Inilah bentuk pengembangan SDM digital yang strategis karena berorientasi pada pemecahan masalah yang kita hadapi setiap hari. Inovasi yang hadir bisa bermanfaat bagi masyarakat. ”Microsoft bangga menjadi bagian dari ekosistem ini dan akan terus mendukung pemerintah dalam merancang kebijakan yang mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab, berdampak, dan merata," jelasnya.
Lihat Juga :