Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi

Senin, 15 Juni 2026 - 08:11 WIB
Terlepas dari investasi besar tersebut, pendapatan tahunan divisi tersebut dilaporkan menyusut hampir UDD500 juta selama periode yang sama.

Tekanan keuangan diperkirakan akan terus berlanjut karena meningkatnya biaya produksi konsol, sebagian karena kekurangan memori akses acak (RAM) global.

Menurut Sharma, ekosistem studio Xbox sekarang terlalu besar dan kompleks, tetapi tidak didukung oleh pendanaan yang cukup untuk tetap kompetitif dalam jangka panjang.

Perkembangan ini mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam industri video game global, termasuk meningkatnya biaya pengembangan, waktu produksi game yang lama, dan pengeluaran konsumen yang semakin terbatas.

Beberapa pesaing utama seperti Sony dan Ubisoft sebelumnya juga telah mengambil langkah-langkah restrukturisasi termasuk penutupan studio dan pengurangan tenaga kerja.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!