Bank di APAC Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global

Minggu, 07 Juni 2026 - 21:50 WIB
Serangan DDoS dirancang untuk membanjiri portal perbankan online, API pembayaran, dan aplikasi yang berhadapan langsung dengan pelanggan menggunakan trafik yang terlihat sah, sehingga jauh lebih sulit dideteksi dan diblokir dibandingkan dengan banjir trafik di jaringan konvensional.

Di APAC, sektor perbankan dan fintech menjadi yang paling terdampak, masing-masing menyumbang 44% dan 38% serangan DDoS Layer 7, sementara sektor perbankan saja mencakup 92% serangan jaringan tingkat rendah di kawasan ini.

Masalahnya bukan hanya volume serangan, tetapi juga kompleksitas lingkungan yang menjadi targetnya. Sistem pembayaran real-time nasional, platform mobile banking, ekosistem teknologi finansial, dan layanan pelanggan telah meningkatkan jumlah perangkat yang perlu dilindungi oleh bank dan perusahaan fintech, sementara tekanan persaingan serta alat koding yang didukung AI mempercepat masuknya layanan baru ke tahap produksi.

Namun, banyak organisasi belum memiliki gambaran yang menyeluruh tentang API yang mereka gunakan. Meski 77% pemimpin TI dan keamanan jasa keuangan di APAC yakin memiliki gambaran yang menyeluruh tentang aset API mereka, hanya 27% yang mengetahui API mana yang mengekspos data sensitif.

Secara global, 96% organisasi jasa keuangan melaporkan setidaknya satu insiden keamanan API dalam 12 bulan terakhir, yang merupakan persentase tertinggi dibandingkan dengan industri lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!