Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid

Selasa, 02 Juni 2026 - 13:24 WIB
Menurut CEO Jensen Huang, robot humanoid akan menjadi pendorong utama dalam membawa AI fisik ke industri skala besar di masa depan.

Platform baru ini menggabungkan robot H2 Plus dari Unitree, tangan taktil Wave dari Sharpa, dan prosesor Jetson AGX Thor T5000 dari Nvidia. Robot ini memiliki tinggi sekitar 1,8 meter, berat 68 kg, dan memiliki 31 derajat kebebasan pada tubuhnya dan 22 derajat kebebasan pada masing-masing tangan, sehingga memungkinkan robot untuk melakukan manuver yang kompleks.

Sistem ini dilengkapi dengan kamera stereo di kepala, kamera di pergelangan tangan, dan sensor inersia untuk melacak pergerakan. Nvidia mengatakan prosesor Jetson AGX Thor T5000, yang berbasis pada arsitektur Blackwell, memiliki kinerja AI sebesar 2.070 teraflops FP4, memenuhi kebutuhan pemrosesan dan kontrol robot secara real-time.

Salah satu tujuan Isaac GR00T adalah untuk menyederhanakan proses pengembangan robot humanoid. Perangkat ini mencakup Isaac Teleop untuk mengumpulkan data demonstrasi, Isaac Sim dan Isaac Lab untuk simulasi dan pelatihan, serta Isaac ROS untuk penerapan pada robot di dunia nyata.

Menurut Nvidia, data tetap menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan robot. Oleh karena itu, perusahaan tersebut memungkinkan organisasi penelitian untuk mengelola data pelatihan, data operasional, dan log sistem mereka sendiri untuk memastikan kontrol dan keamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!