15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Senin, 01 Juni 2026 - 11:18 WIB
Insinyur aerodinamika Emily Sachs dari Universitas Bath menyoroti fakta yang mencolok: "Bahayanya bukan hanya terletak pada jumlah puing, tetapi juga pada kepadatan dan kecepatannya.
Bahkan jika kita memutuskan untuk menghentikan semua peluncuran roket secara permanen, jumlah puing akan terus meningkat karena tabrakan saat ini dan disintegrasi objek yang ada menciptakan puing baru jauh lebih cepat daripada laju puing lama memasuki kembali atmosfer dan terbakar habis."
Lebih buruk lagi, ketika fragmen-fragmen ini memasuki kembali atmosfer Bumi dan terbakar, logam-logam seperti aluminium, tembaga, dan litium menguap, berubah menjadi partikel-partikel halus yang tersuspensi di atmosfer bagian atas.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa partikel-partikel ini dapat memengaruhi komposisi kimia atmosfer dan bahkan merusak lapisan ozon.
Risiko bencana ini dapat "menjebak" umat manusia di Bumi, sehinggapemerintah, badan antariksa, dan perusahaan swasta terlibat dalam perlombaan teknologi tanpa henti untuk membersihkan ruang angkasa sebelum terlambat.
Bahkan jika kita memutuskan untuk menghentikan semua peluncuran roket secara permanen, jumlah puing akan terus meningkat karena tabrakan saat ini dan disintegrasi objek yang ada menciptakan puing baru jauh lebih cepat daripada laju puing lama memasuki kembali atmosfer dan terbakar habis."
Lebih buruk lagi, ketika fragmen-fragmen ini memasuki kembali atmosfer Bumi dan terbakar, logam-logam seperti aluminium, tembaga, dan litium menguap, berubah menjadi partikel-partikel halus yang tersuspensi di atmosfer bagian atas.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa partikel-partikel ini dapat memengaruhi komposisi kimia atmosfer dan bahkan merusak lapisan ozon.
Risiko bencana ini dapat "menjebak" umat manusia di Bumi, sehinggapemerintah, badan antariksa, dan perusahaan swasta terlibat dalam perlombaan teknologi tanpa henti untuk membersihkan ruang angkasa sebelum terlambat.
(wbs)
Lihat Juga :