China Terjunkan Pasukan Robot AI untuk Operasikan Jaringan Listrik
Minggu, 26 April 2026 - 22:02 WIB
Sekitar 5,8 miliar yuan akan dialokasikan untuk perangkat keras, sedangkan sisanya akan diinvestasikan dalam penelitian, pengembangan, dan pelatihan personel. Pemasok dalam negeri seperti Unitree, Deep Robotics, AgiBot, UBTech, dan Fourier termasuk di antara para pemasok tersebut.
Selain pengadaan, perusahaan-perusahaan listrik Tiongkok juga meningkatkan investasi dalam pengembangan teknologi domestik dan ekspansi ke pasar internasional. Anak perusahaan China Southern Power Grid di Guangdong telah mencapai kesepakatan dengan mitra di Chili untuk mengerahkan robot anjing "Feiyun" untuk memeriksa gardu listrik di daerah terpencil, yang diharapkan akan dimulai akhir tahun ini.
Menurut laporan Zheshang Securities, sektor AI terintegrasi memasuki periode pertumbuhan yang kuat, dengan potensi produksi mencapai 2,1 juta unit pada tahun 2030. Perusahaan tersebut memprediksi bahwa tahun 2026 bisa menjadi tahun di mana robot humanoid memasuki produksi massal.
Pada tahun 2025, total jumlah robot yang dikirim dari pemasok utama melebihi 14.000 unit, meningkat lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. China kini mendominasi pasar global dengan lebih dari 88% produksi, sementara pemasok AS hanya menyumbang sekitar 3%.
Selain pengadaan, perusahaan-perusahaan listrik Tiongkok juga meningkatkan investasi dalam pengembangan teknologi domestik dan ekspansi ke pasar internasional. Anak perusahaan China Southern Power Grid di Guangdong telah mencapai kesepakatan dengan mitra di Chili untuk mengerahkan robot anjing "Feiyun" untuk memeriksa gardu listrik di daerah terpencil, yang diharapkan akan dimulai akhir tahun ini.
Menurut laporan Zheshang Securities, sektor AI terintegrasi memasuki periode pertumbuhan yang kuat, dengan potensi produksi mencapai 2,1 juta unit pada tahun 2030. Perusahaan tersebut memprediksi bahwa tahun 2026 bisa menjadi tahun di mana robot humanoid memasuki produksi massal.
Pada tahun 2025, total jumlah robot yang dikirim dari pemasok utama melebihi 14.000 unit, meningkat lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. China kini mendominasi pasar global dengan lebih dari 88% produksi, sementara pemasok AS hanya menyumbang sekitar 3%.
(wbs)
Lihat Juga :