Dianggap Berbahaya, Huawei Dilarang Digunakan di Eropa
Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WIB
Uni Eropa (UE) khawatir bahwa peralatan Huawei dapat dimanfaatkan untuk kegiatan spionase atau mengganggu komunikasi – tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh perusahaan tersebut.
Menurut John Strand, direktur perusahaan konsultan Strand Consult, sekitar 30% peralatan telekomunikasi di Eropa saat ini dipasok oleh vendor berisiko tinggi, terutama Huawei. Sisanya didominasi oleh Ericsson dan Nokia.
Eropa merupakan pasar penting bagi Huawei. Pada tahun 2025, pendapatan perusahaan di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika diperkirakan mencapai sekitar 161 miliar yuan (lebih dari 20 miliar euro, setara dengan sekitar 21,6 miliar USD), yang mewakili 18% dari total pendapatan globalnya.
Tekanan terhadap Huawei tidak hanya datang dari Eropa, tetapi juga dari Amerika Serikat.
Sejak 2019, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump telah melarang Huawei untuk berpartisipasi dalam jaringan telekomunikasi domestik dan membatasi aksesnya ke teknologi Amerika, dengan alasan kekhawatiran keamanan. Langkah-langkah ini telah berdampak buruk pada operasional perusahaan, menyebabkan pendapatan turun sebesar 25% antara tahun 2019 dan 2021.
Sementara itu, negara-negara Eropa masih terpecah dalam pendekatan mereka. Beberapa negara, seperti Inggris, Swedia, dan Prancis, telah membatasi peralatan Huawei di jaringan 5G mereka, sementara negara lain, seperti Jerman, Italia, dan Spanyol, mempertahankan tingkat kerja sama tertentu, dengan mempertimbangkan kepentinganekonomidan hubungan mereka dengan Tiongkok.
Menurut John Strand, direktur perusahaan konsultan Strand Consult, sekitar 30% peralatan telekomunikasi di Eropa saat ini dipasok oleh vendor berisiko tinggi, terutama Huawei. Sisanya didominasi oleh Ericsson dan Nokia.
Eropa merupakan pasar penting bagi Huawei. Pada tahun 2025, pendapatan perusahaan di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika diperkirakan mencapai sekitar 161 miliar yuan (lebih dari 20 miliar euro, setara dengan sekitar 21,6 miliar USD), yang mewakili 18% dari total pendapatan globalnya.
Tekanan terhadap Huawei tidak hanya datang dari Eropa, tetapi juga dari Amerika Serikat.
Sejak 2019, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump telah melarang Huawei untuk berpartisipasi dalam jaringan telekomunikasi domestik dan membatasi aksesnya ke teknologi Amerika, dengan alasan kekhawatiran keamanan. Langkah-langkah ini telah berdampak buruk pada operasional perusahaan, menyebabkan pendapatan turun sebesar 25% antara tahun 2019 dan 2021.
Sementara itu, negara-negara Eropa masih terpecah dalam pendekatan mereka. Beberapa negara, seperti Inggris, Swedia, dan Prancis, telah membatasi peralatan Huawei di jaringan 5G mereka, sementara negara lain, seperti Jerman, Italia, dan Spanyol, mempertahankan tingkat kerja sama tertentu, dengan mempertimbangkan kepentinganekonomidan hubungan mereka dengan Tiongkok.
Lihat Juga :