AS Temukan Bukti Iran Gunakan Teknologi Pengalih Rudal Canggih di Irak

Selasa, 14 April 2026 - 19:39 WIB
AN/ALE-50 adalah sistem khusus yang ditarik di belakang pesawat menggunakan kabel serat optik. Sistem ini memancarkan sinyal radar yang meniru atau memperkuat sinyal pesawat, dan ketika rudal mengunci target, umpan tersebut akan menarik serangan alih-alih pesawat. Hal ini memungkinkan pilot untuk menghindari terkena serangan tanpa harus mencegat rudal secara langsung.

Ini adalah bagian kunci dari strategi SEAD (Sealed Air Defense) – menggunakan sarana elektronik untuk melemahkan atau mengelabui sistem pertahanan udara musuh.

Pesawat tempur F-16 menjatuhkan umpan untuk mengalihkan perhatian rudal musuh saat terbang di atas medan pegunungan bersalju.

Terdeteksinya umpan tersebut menunjukkan bahwa pesawat Amerika mengerahkan tindakan pertahanan aktif di lingkungan berisiko tinggi terhadap rudal permukaan-ke-udara.

Menurut para ahli, ada dua kemungkinan: perangkat tersebut dilepaskan selama manuver penghindaran rudal, atau terlepas dari pesawat setelah menyelesaikan misinya.

Sistem pengalih perhatian ini awalnya dirancang sebagai barang habis pakai, yang dapat hilang selama pertempuran. Munculnya AN/ALE-50 mencerminkan tren yang jelas: peperangan elektronik menjadi semakin penting, sama pentingnya dengan senjata ofensif.

Umpan serupa telah lama digunakan oleh AS dan NATO untuk mengelabui radar dan mengurangi daya tembak anti-pesawat musuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!