Kacamata Pintar Buatan China Tantang Meta, Ini Kecanggihannya

Jum'at, 10 April 2026 - 19:25 WIB
Ini bukan sekadar perasaan subjektif. Sebuah studi yang dipublikasikan di situs web perpustakaan medis PubMed Central menunjukkan bahwa orang yang mengenakan kamera sering merasa "diawasi," yang menyebabkan mereka menjadi lebih tertutup dan mengubah perilaku mereka dalam situasi sehari-hari. Inilah mengapa kacamata pintar dengan kamera dapat dengan mudah menciptakan situasi canggung dalam komunikasi.

Bahkan Realities memilih untuk mengatasi masalah ini dari akarnya. Kacamata G2 tidak memiliki kamera maupun speaker eksternal. Menurut majalah teknologi Wired, penghapusan kamera menyelesaikan kekhawatiran terbesar bagi pengguna dan membuat kacamata tersebut terlihat lebih "normal" bagi orang lain.

Pendekatan ini juga membuat perangkat lebih ringan, lebih ringkas, dan lebih mudah dikenakan sepanjang hari. Beberapa situs web teknologi berkomentar bahwa G2 adalah salah satu kacamata langka yang terlihat seperti kacamata sungguhan, bukan sekadar perangkat teknologi yang menempel di wajah.

Meskipun tidak memiliki kamera, G2 dilengkapi dengan berbagai fitur AI: menampilkan notifikasi, memberikan petunjuk arah, menerjemahkan bahasa, dan menyarankan percakapan secara real-time – semuanya melalui sistem micro-LED yang terintegrasi ke dalam lensa.

Termasuk di dalamnya adalah cincin R1, yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol perangkat dengan gerakan jari kecil tanpa menyentuh kacamata atau berbicara ke perangkat di tempat yang ramai.

Perbedaan antara Even Realities dan Meta tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada visi mereka untuk masa depan perangkat wearable pintar. Meta mewakili arah pengembangan yang sudah dikenal: semakin banyak data, semakin banyak fitur, semakin baik. Kamera, mikrofon, dan AI berpadu untuk menciptakan ekosistem yang terhubung demi pengalaman yang mulus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!