Dituding Pemasok Komponen Drone Iran, Inilah Servo Motor asal Surabaya
Selasa, 31 Maret 2026 - 20:59 WIB
Pemberian label pada kemasan juga membutuhkan kecepatan dan sudut tertentu agar bisa dilakukan secara tepat. Sama halnya dengan pengemasan barang. Oleh karena itu servo motor digunakan untuk memastikan bahwa seluruh proses terjadi dalam kontrol yang baik.
Cara Kerja Motor Servo
Motor servo bekerja dengan mengandalkan sinyal modulasi yang dikontrol oleh sistem kontrol. Lebar sinyal yang diterima oleh motor servo akan menentukan posisi sudut putaran pada poros motor. Sebagai contoh, apabila sinyal memiliki lebar 1,5 ms, poros akan bergerak menuju posisi sudut 90 derajat.
Sedangkan, jika sinyal memiliki lebar di bawah 1 ms, poros akan bergerak menuju posisi sudut 0 derajat. Kemudian, jika sinyal di atas 1,5 ms, poros akan bergerak menuju posisi sudut 180 derajat.
Setelah sinyal diterapkan, motor akan memberikan reaksi berupa gerakan dan menahan posisi yang telah ditargetkan. Namun, posisi motor tidak dapat bertahan terus-menerus, sehingga sinyal PWM perlu diulang setiap 2 ms agar posisi poros dapat tetap terjaga.
Motor terdiri dari beberapa komponen, yaitu motor DC, kontroler, sensor posisi, gearbox, dan aktuator. Motor DC dikendalikan oleh kontroler, sedangkan potensiometer berfungsi sebagai sensor posisi yang terhubung pada sistem gearbox.
Dengan prinsip kerja ini, motor mampu memberikan gerakan yang presisi dan akurat, dan dapat digunakan pada berbagai aplikasi yang memerlukan kontrol posisi yang presisi. Misalnya, pada robotika, kendali pesawat terbang, kamera, dan peralatan medis.
Keunggulan Motor Servo
Sama seperti motor listrik pada umumnya, motor servo juga memiliki kelebihan, diantaranya:
Akurasi tinggi
Tidak bergetar dan beresonansi saat beroperasi.
Efisiensi Tinggi
Rasio Torsi terhadap inersia tinggi
Tidak bising meskipun pada RPM tinggi
Fleksibel
Mudah dikontrol dan diprogram melalui output digital
Informasi di atas merupakan penutup dari penjelasan keseluruhan terkait apa itu servo motor.
Cara Kerja Motor Servo
Motor servo bekerja dengan mengandalkan sinyal modulasi yang dikontrol oleh sistem kontrol. Lebar sinyal yang diterima oleh motor servo akan menentukan posisi sudut putaran pada poros motor. Sebagai contoh, apabila sinyal memiliki lebar 1,5 ms, poros akan bergerak menuju posisi sudut 90 derajat.
Sedangkan, jika sinyal memiliki lebar di bawah 1 ms, poros akan bergerak menuju posisi sudut 0 derajat. Kemudian, jika sinyal di atas 1,5 ms, poros akan bergerak menuju posisi sudut 180 derajat.
Setelah sinyal diterapkan, motor akan memberikan reaksi berupa gerakan dan menahan posisi yang telah ditargetkan. Namun, posisi motor tidak dapat bertahan terus-menerus, sehingga sinyal PWM perlu diulang setiap 2 ms agar posisi poros dapat tetap terjaga.
Motor terdiri dari beberapa komponen, yaitu motor DC, kontroler, sensor posisi, gearbox, dan aktuator. Motor DC dikendalikan oleh kontroler, sedangkan potensiometer berfungsi sebagai sensor posisi yang terhubung pada sistem gearbox.
Dengan prinsip kerja ini, motor mampu memberikan gerakan yang presisi dan akurat, dan dapat digunakan pada berbagai aplikasi yang memerlukan kontrol posisi yang presisi. Misalnya, pada robotika, kendali pesawat terbang, kamera, dan peralatan medis.
Keunggulan Motor Servo
Sama seperti motor listrik pada umumnya, motor servo juga memiliki kelebihan, diantaranya:
Akurasi tinggi
Tidak bergetar dan beresonansi saat beroperasi.
Efisiensi Tinggi
Rasio Torsi terhadap inersia tinggi
Tidak bising meskipun pada RPM tinggi
Fleksibel
Mudah dikontrol dan diprogram melalui output digital
Informasi di atas merupakan penutup dari penjelasan keseluruhan terkait apa itu servo motor.
(wbs)
Lihat Juga :