Nvidia Pertaruhkan Rp17.000 Triliun Demi Ciptakan Agen AI Otonom

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:27 WIB
Platform komputasi teranyar mereka, Vera Rubin, yang terdiri dari tujuh cip dan kini masuk tahap produksi penuh, tidak lagi berpusat pada Graphics Processing Unit (GPU).

Rak komputasi pusat mereka kini diisi oleh Central Processing Unit (CPU), yang dinilai lebih ideal untuk memproses beban kerja agen AI.

Lebih kritis lagi, Nvidia mulai mengintegrasikan perangkat non-Nvidia: Language Processing Unit (LPU) berkecepatan tinggi dari Groq, buah dari kesepakatan raksasa senilai USD20 miliar (Rp340 triliun) pada November lalu.

Seluruh infrastruktur keras ini bermuara pada satu senjata lunak: OpenClaw. Di tengah kontroversi keamanan dan privasi yang disorot pakar siber, Nvidia tetap merilis perangkat perlindungan agar agen OpenClaw bisa mengakses sistem dan fail perusahaan secara "aman".

Huang, yang mengaku bekerja langsung dengan pencipta OpenClaw Peter Steinberger (sebelum akhirnya dibajak oleh OpenAI), menyebut platform ini sebagai "sistem operasi untuk AI personal."

Ia tanpa ragu menyejajarkan skalanya dengan revolusi sistem operasi Mac, Windows, HTML, hingga Linux. "Setiap perusahaan di dunia saat ini harus memiliki strategi OpenClaw. Ini adalah komputer masa depan," tegas Huang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!