Tragedi Grok: 20 Ribu Foto Anak Dilecehkan Demi Menaikkan Trafik Platform X
Kamis, 19 Maret 2026 - 16:23 WIB
Strateginya gamblang: melonggarkan batasan etika demi menciptakan sensasi dan mendongkrak penggunaan. Pengacara para korban secara tajam menyebut bahwa xAI dan Musk melihat "peluang bisnis" dari celah ini.
Data dari Center for Countering Digital Hate menelanjangi brutalnya strategi lepas tangan ini.
Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu setelah peluncuran fitur tersebut, Grok—yang pertama kali dirilis pada 2023—telah memproduksi jutaan gambar bernuansa seksual. Angka yang paling menampar adalah ditemukannya lebih dari 20.000 gambar anak-anak dalam sampel tersebut.
Fitur ini tanpa ampun melucuti pakaian orang sungguhan, mulai selebritas sekelas Taylor Swift hingga pengguna biasa.
Ironisnya, Elon Musk awalnya memilih mencuci tangan. Pada Januari lalu, ia meremehkan isu ini dengan mengklaim bahwa secara harfiah ada "nol" gambar anak di bawah umur telanjang yang dihasilkan oleh Grok, seraya melemparkan kesalahan kepada pengguna yang memasukkan perintah (prompt). Namun, realita di lapangan membantah keras kepura-puraan tersebut.
Data dari Center for Countering Digital Hate menelanjangi brutalnya strategi lepas tangan ini.
Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu setelah peluncuran fitur tersebut, Grok—yang pertama kali dirilis pada 2023—telah memproduksi jutaan gambar bernuansa seksual. Angka yang paling menampar adalah ditemukannya lebih dari 20.000 gambar anak-anak dalam sampel tersebut.
Fitur ini tanpa ampun melucuti pakaian orang sungguhan, mulai selebritas sekelas Taylor Swift hingga pengguna biasa.
Ironisnya, Elon Musk awalnya memilih mencuci tangan. Pada Januari lalu, ia meremehkan isu ini dengan mengklaim bahwa secara harfiah ada "nol" gambar anak di bawah umur telanjang yang dihasilkan oleh Grok, seraya melemparkan kesalahan kepada pengguna yang memasukkan perintah (prompt). Namun, realita di lapangan membantah keras kepura-puraan tersebut.
Lihat Juga :