Pentagon Habiskan Rp32 Triliun Per Hari, Harga Satu Bom Setara Rumah Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:06 WIB
Harga satu unitnya berkisar antara USD 578.000 hingga USD 836.000 (sekitar Rp 9,8 miliar hingga Rp 14,2 miliar).

Setiap kali satu pilot menekan tombol peluncuran, Amerika Serikat baru saja menerbangkan satu unit rumah mewah di kawasan elit Jakarta ke medan tempur untuk dihancurkan.

Angkatan Laut AS tercatat memiliki stok 3.000 unit bom ini yang dibeli dua dekade lalu, dan kini stok tersebut terkuras habis dalam hitungan hari.

Seiring berjalannya waktu, Pentagon mulai beralih ke amunisi yang "lebih murah" seperti JDAM (Joint Direct Attack Munition). Meski disebut murah, perangkat pemandu bom ini tetap dipatok seharga USD 38.000 (Rp 646 juta), ditambah hulu ledaknya seharga USD 1.000 (Rp 17 juta).

Memasuki tahun 2026, di tengah ketatnya persaingan ekonomi global dan ketergantungan pada efisiensi teknologi AI, biaya perang ini menciptakan anomali pasar.

Pada awal konflik, pengeluaran mencapai USD 2 miliar per hari (Rp 34 triliun), sebelum akhirnya turun menjadi USD 1 miliar per hari. Namun, jika eskalasi meningkat, biaya ini akan kembali melonjak. Lawan utama dari anggaran ini bukanlah musuh di medan tempur, melainkan skeptisisme di Capitol Hill.

Pemerintahan Donald Trump saat ini menghadapi tekanan besar karena belum memberikan kepastian mengenai durasi dan tujuan akhir perang. Dunia usaha melihat ketidakpastian ini sebagai risiko inflasi global, mengingat dana Rp 192 triliun tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk memperkuat rantai pasok teknologi yang sedang goyah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!