Hujan Hitam yang Mengguyur Iran Mengandung Zat Racun Berbahaya

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:47 WIB
Dalam jangka pendek, orang yang terpapar asap hitam ini di Iran mungkin mengalami sakit kepala atau kesulitan bernapas, terutama jika mereka menderita asma atau kondisi paru-paru lainnya. Kelompok rentan seperti lansia, anak kecil, dan penyandang disabilitas memiliki risiko lebih tinggi.

Dalam jangka panjang, paparan terhadap senyawa-senyawa yang terbawa udara dan yang terdapat dalam hujan hitam ini dapat meningkatkan risiko kanker.

Ketika kabut asap yang sangat tercemar terbawa oleh air hujan ke sumber air alami, hal itu juga dapat memengaruhi ekosistem perairan dan pasokan air minum manusia.

Masalah lainnya adalah hujan hitam akan mengendapkan senyawa beracun ke bangunan, jalan, dan permukaan, yang berarti senyawa tersebut dapat terbawa kembali ke udara oleh angin kencang.

Para pejabat Iran telah menyarankan warga Teheran untuk tetap berada di dalam ruangan, memperingatkan bahwa polutan dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan iritasi mata.

Pemerintah kota Teheran menyatakan: "Ledakan tangki minyak telah melepaskan sejumlah besar hidrokarbon beracun, sulfur, dan senyawa nitrogen oksida ke atmosfer dan awan. Jika hujan turun, akan terjadi hujan asam yang sangat berbahaya
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!