Fenomena Ledakan Gurita Langka Melanda Perairan Inggris

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:20 WIB
Gurita biasa menganut prinsip "hidup cepat, mati muda" dalam kehidupan. Meskipun dapat mencapai ukuran yang besar, mereka umumnya hanya hidup kurang dari dua tahun, dengan betina mati setelah telurnya menetas. Jantan juga mati setelah berkembang biak. Ini berarti populasi gurita sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi lingkungan.

Fenomena ledakan populasi gurita sebelumnya jarang terjadi di Inggris, tetapi bukti yang muncul dari pemantauan laut jangka panjang di bagian barat Selat Inggris menunjukkan bahwa episode-episode ini bertepatan dengan periode kehangatan yang tidak biasa di lautan dan atmosfer.

"Gelombang panas laut"inidapat merangsang pertumbuhan populasi yang cepat, baik gurita tersebut sudah menetap di daerah setempat maupun yang baru datang dari selatan. Kondisi hangat ini sering disertai dengan salinitas yang sangat rendah di perairan pesisir, sebuah sinyal yang menunjukkan masuknya air tawar ke wilayah tersebut. Meskipun salinitas itu sendiri kemungkinan tidak akan memicu wabah, ia berfungsi sebagai penanda yang berharga untuk mengetahui asal air tersebut.

Kondisi yang lebih segar mungkin berasal dari aliran sungai yang tinggi dari sungai-sungai Atlantik utama Prancis seperti Loire, atau dari angin timur yang berkepanjangan di atas Selat Inggris selama bulan-bulan yang lebih dingin (Oktober hingga Maret).

Proses-proses ini dapat membantu mengangkut larva gurita melintasi Selat Inggris dari Prancis utara dan Kepulauan Channel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!