Perang Siber Dimulai: Serangan Spyware di Indonesia Melonjak 64,2%, Negara Tetangga Ini Meledak 210%

Senin, 10 November 2025 - 10:17 WIB
• Thailand menjadi satu-satunya anomali. Negara ini justru mencatat penurunan serangan sebesar -39,2 persen, menjadi 21.014 insiden.

Apa Sebenarnya Spyware Itu?

Berbeda dengan malware (perangkat lunak jahat) yang merusak sistem, spyware bekerja secara diam-diam. Ia menyusup ke komputer atau ponsel untuk mengumpulkan data.

Singkatnya, spyware memata-matai aktivitas pengguna. Ia akan menyusup (melalui aplikasi, situs web, atau lampiran file), lalu memantau dan menangkap data (via rekaman penekanan tombol atau tangkapan layar), kemudian mengirimkan data curian itu ke penyerang.

Data yang paling sering diincar adalah informasi rahasia, seperti:

• Kredensial login (nama pengguna dan kata sandi)

• PIN akun bank

• Nomor kartu kredit

• Riwayat penjelajahan internet

• Alamat email

Ancaman Baru: 'Malware Legal' dan 'Zero-Click'

Ancaman kini semakin canggih dengan munculnya spyware komersial, atau disebut juga "malware legal". Ini adalah spyware yang dijual oleh perusahaan swasta kepada entitas seperti pemerintah.

Contoh paling terkenal adalah Pegasus. Spyware ini mampu menginfeksi perangkat bahkan tanpa korban perlu mengklik tautan apapun (disebut eksploitasi zero-click), misalnya melalui celah di iMessage atau WhatsApp.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!