Zoom Kembali Bermasalah, 500.000 Data Pengguna Dijual Murah di Dark Web

Senin, 04 Mei 2020 - 13:27 WIB
Bulan lalu, fitur penambangan data di Zoom, menggunakan alat yang dirancang untuk mencocokkan nama pengguna Zoom dan alamat email dengan profil pengguna LinkedIn mereka. Fakta ini ditemukan oleh New York Times.

Orang lain dalam video conference yang sama menggunakan LinkedIn Sales Navigator dapat melihat profil LinkedIn peserta lain tanpa izin. Caranya mudah, dengan mengetuk ikon di sebelah nama mereka. Zoom dan LinkedIn mengakhiri fitur ini. (Baca juga: Daftar Aplikasi Informasi Jadwal Sholat, Tampilkan Waktu Maghrib )

Laman Phone Arena melaporkan, dalam upaya mendapatkan kembali kepercayaan pengguna, Yuan baru-baru ini mengumumkan rencana menggelar program keamanan 90 hari. Salah satu inisiatif baru yang memungkinkan pengguna untuk memutuskan di wilayah mana data mereka akan dijalankan. Sebelumnya, semua data dijalankan melalui China.

Apakah masalah yang membelit Zoom berakhir? Ternyata masalah yang sama kembali menghajar mereka.

Menurut Sunday Times, Inggris, lebih dari 500.000 login Zoom telah ditawarkan untuk dijual di dark web. Harga untuk setiap login adalah 1,25 sen dolar AS atau Rp95 juta untuk seluruh daftar akun yang dijual. Perusahaan intelijen Cybersecurity Cyble membeli login dari orang yang kemungkinan dari Rusia melalui aplikasi Telegraph.

"Kami terus menyelidiki, mengunci akun yang kami temukan telah dikompromikan, meminta pengguna untuk mengubah kata sandi mereka menjadi sesuatu yang lebih aman, dan sedang mencari penerapan solusi teknologi tambahan untuk meningkatkan upaya kami," kata seorang juru bicara Zoom merespons kebocoran tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!