Komdigi Rilis Aplikasi SIMAS BMN, Klaim Tata Kelola Lebih Cepat dan Akuntabel!
Rabu, 22 Oktober 2025 - 15:34 WIB
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan platform SIMAS BMN, sebuah inisiatif yang diklaim strategis namun belum merilis data nilai aset yang dikelola. Foto: Komdigi
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja meluncurkan Sistem Manajemen Aset Barang Milik Negara (SIMAS BMN). Platform digital ini diposisikan sebagai langkah untuk mengakselerasi tata kelola BMN di lingkungan Sekretariat Jenderal kementerian tersebut.
Inisiatif ini digagas oleh Kepala Biro Umum Komdigi, M. Zamsani B Tjenreng. Program ini teridentifikasi sebagai bagian dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIX, yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan SDM Komdigi bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
SIMAS BMN dirancang sebagai penterjemahan digital dari SOP pengelolaan BMN. Secara fungsional, aplikasi ini mengintegrasikan seluruh siklus hidup aset, mulai dari proses pencatatan, inventarisasi, pemanfaatan, hingga penghapusan BMN.
Tujuannya adalah menyederhanakan birokrasi, menyediakan data real-time, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis informasi.
Zamsani menyatakan pentingnya platform tersebut."SIMAS BMN bukan sekadar aplikasi, tapi alat untuk mewujudkan pengelolaan aset negara yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Zamsani.
Proyek ini dilaporkan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat dan unit eselon I di lingkungan Komdigi.
Inisiatif ini digagas oleh Kepala Biro Umum Komdigi, M. Zamsani B Tjenreng. Program ini teridentifikasi sebagai bagian dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIX, yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan SDM Komdigi bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
SIMAS BMN dirancang sebagai penterjemahan digital dari SOP pengelolaan BMN. Secara fungsional, aplikasi ini mengintegrasikan seluruh siklus hidup aset, mulai dari proses pencatatan, inventarisasi, pemanfaatan, hingga penghapusan BMN.
Tujuannya adalah menyederhanakan birokrasi, menyediakan data real-time, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis informasi.
Zamsani menyatakan pentingnya platform tersebut."SIMAS BMN bukan sekadar aplikasi, tapi alat untuk mewujudkan pengelolaan aset negara yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Zamsani.
Proyek ini dilaporkan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat dan unit eselon I di lingkungan Komdigi.
Lihat Juga :