LG Genap 35 Tahun di Indonesia: dari Basis Produksi ke Pusat Inovasi AI Global, Namun Tantangan TKDN Masih Menanti

Selasa, 21 Oktober 2025 - 09:01 WIB
Namun, terobosan sebenarnya adalah pendirian R&D Center di Cibitung. Fasilitas ini bukan sembarang pusat pengembangan; namun menjadi subsidiary R&D pertama LG di luar Korea Selatan yang fokus pada pengembangan produk TV berbasis kecerdasan buatan (AI) dan webOS.

"Kami percaya Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam riset dan pengembangan teknologi masa depan," tambah Ha.

Kehadiran R&D Center AI di Cibitung adalah lompatan besar dalam transfer teknologi dan pengembangan talenta digital lokal.

Ini adalah investasi jangka panjang yang krusial untuk menjadikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga kontributor inovasi global.

Namun, tantangan akan terletak pada bagaimana mengintegrasikan talenta lokal secara maksimal dan memastikan hasil riset benar-benar diterapkan untuk produk yang diproduksi di Indonesia.

Integrasi Bisnis Penuh dan Dorongan TKDN

LG kini menjadi satu-satunya perusahaan elektronik di Indonesia dengan sistem bisnis yang terintegrasi penuh: pemasaran, penjualan, layanan purna jual, manufaktur, dan R&D.

"Kepemilikan pada infrastruktur bisnis yang lengkap inilah yang kemudian semakin memberi dampak positif dalam memperbesar kontribusi LG bagi pengembangan industri dan perdagangan dalam negeri,” jelas Ha Sang-chul.

Pemanfaatan sumber daya dan material dari dalam negeri diklaim Ha Sang-chul berdampak pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), termasuk kolaborasi dengan industri pendukung dan UMKM lokal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!