iPhone Terlalu Awet, Konsumen Ogah Ganti Baru

Senin, 13 Oktober 2025 - 19:09 WIB
“Pelanggan kami sekarang memegang ponsel mereka jauh di atas 36 bulan, itu sangat lama,” ujar Hans Vestberg. “Kita ingat masa-masa menyenangkan ketika kita mengganti ponsel setiap tahun.”

1. Jurang Harga Antara Keinginan Pasar dan Strategi Apple

Kritik paling tajam datang dari data pengeluaran konsumen. Survei Reviews.org menunjukkan bahwa saat melakukan upgrade, konsumen rata-rata hanya bersedia mengeluarkan biaya sekitar USD634 (Rp10,15 juta).

Angka ini menciptakan jurang yang menganga dengan harga yang ditetapkan Apple untuk produk barunya, seperti iPhone Air seharga USD999 (sekitar Rp 16 juta) atau iPhone 17 Pro Max seharga USD1.199 (sekitar Rp 19,2 juta).

Ini menandakan adanya diskoneksi fundamental antara strategi harga premium Apple dengan realitas anggaran mayoritas konsumen. Harga flagship yang terus meroket sejak iPhone X melampaui batas USD1.000 pada 2017 tampaknya telah mencapai titik jenuhnya.

2. Pudarnya 'Sihir' Peluncuran Produk Baru

Mengapa konsumen enggan upgrade? Data CIRP menunjukkan alasan utama upgrade kini bersifat fungsional: performa yang melambat, masalah baterai, atau karena ponsel lama rusak/hilang.

Yang paling signifikan, hanya 8% pengguna yang melakukan upgrade hanya karena "ingin model terbaru". Angka ini secara objektif membuktikan bahwa 'sihir' dari peluncuran produk tahunan dengan fitur-fitur inkremental telah pudar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!