iPhone Terlalu Awet, Konsumen Ogah Ganti Baru
Senin, 13 Oktober 2025 - 19:09 WIB
“Semakin sedikit pembeli saat ini yang akan meninggalkan iPhone yang masih berfungsi sempurna, hanya untuk membeli iPhone baru dengan fitur terbaru,” tulis CIRP dalam laporannya.
“Ponsel refurbished dari program yang tepat pada dasarnya tidak bisa dibedakan dari ponsel baru,” kata Courtney Lindwall dari Consumer Reports, mengamini sentimen pasar.
Secara keseluruhan, Apple kini menghadapi dilema strategis. Kualitas produk dan dukungan perangkat lunak jangka panjang yang menjadi kebanggaan mereka justru menciptakan basis konsumen yang loyal namun tidak impulsif.
Tantangan terbesar bagi Apple ke depan bukanlah meluncurkan teknologi baru, melainkan meyakinkan pasar yang semakin pragmatis bahwa inovasi termahal mereka adalah sebuah kebutuhan, bukan sekadarkemewahan.
3. Kebangkitan Pasar Refurbished
Rendahnya anggaran belanja konsumen di angka Rp10 jutaan juga mengindikasikan kebangkitan pesaing tak terduga bagi Apple: produk Apple itu sendiri di pasar barang bekas atau refurbished (diperbarui). Konsumen kini lebih cerdas, memilih untuk membeli model satu atau dua tahun lebih tua dengan performa yang masih sangat mumpuni namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.“Ponsel refurbished dari program yang tepat pada dasarnya tidak bisa dibedakan dari ponsel baru,” kata Courtney Lindwall dari Consumer Reports, mengamini sentimen pasar.
Secara keseluruhan, Apple kini menghadapi dilema strategis. Kualitas produk dan dukungan perangkat lunak jangka panjang yang menjadi kebanggaan mereka justru menciptakan basis konsumen yang loyal namun tidak impulsif.
Tantangan terbesar bagi Apple ke depan bukanlah meluncurkan teknologi baru, melainkan meyakinkan pasar yang semakin pragmatis bahwa inovasi termahal mereka adalah sebuah kebutuhan, bukan sekadarkemewahan.
(dan)
Lihat Juga :