Membongkar Kesepakatan Rp1.5 Kuadriliun Nvidia-OpenAI yang Diramal Picu Krisis Finansial

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 12:23 WIB
Di atas kertas, penjualan perusahaan mobil itu meroket. Namun pada kenyataannya, mereka hanya memutar uang mereka sendiri dan menanggung semua risiko jika bisnis taksi itu gagal.

Strategi ini membuat Nvidia menanggung semua risiko depresiasi atau penurunan nilai chip, yang terjadi sangat cepat seiring munculnya teknologi baru.

Analis Jay Goldberg dari Seaport Global mengatakan kesepakatan ini berbau pembiayaan sirkular dan merupakan gejala dari "perilaku seperti gelembung" (bubble-like behaviour).

Stacy Rasgon dari Bernstein Research juga sependapat, menyatakan kesepakatan ini "jelas akan memicu kekhawatiran 'sirkular'".

Sejarah Terulang Kembali?

Metode ini mirip dengan yang dilakukan oleh raksasa peralatan telekomunikasi seperti Nortel, Lucent, dan Cisco 25 tahun yang lalu.

Mereka meminjamkan uang kepada perusahaan-perusahaan telekomunikasi agar membeli peralatan mereka.

Ketika gelembung itu pecah karena pasokan jauh melebihi permintaan, perusahaan-perusahaan raksasa itu kehilangan hingga 90 persen dari nilai mereka.

Pertaruhan Raksasa di Atas Pondasi Rapuh

Pesta AI ini dibangun di atas pondasi finansial yang sangat rapuh.

Tahun lalu, OpenAI merugi USD5 miliar dengan pendapatan hanya USD3,7 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!