Merinding! Setelah 50 Tahun Melayang di Antariksa, Voyager 1 Tiba di Tepi Tata Surya
Senin, 29 September 2025 - 16:06 WIB
Ia adalah pelopor yang pertama kali berhasil menembus heliopause—yang bisa diibaratkan sebagai "selubung pelindung" terluar Tata Surya—dan memasuki "ruang antarbintang," wilayah di luar pengaruh Matahari kita.
Saat ini, Voyager 1 melesat dengan kecepatan sekitar 61.000 km/jam. Namun, di tengah luasnya alam semesta, kecepatan ini terasa seperti merangkak.
Sinyal radio yang dikirimkannya ke Bumi membutuhkan waktu hampir satu hari penuh untuk sampai.
15 November 2026: Voyager 1 akan berada pada jarak tepat satu hari-cahaya, atau sekitar 25,7 miliar kilometer, dari Bumi.
28 Januari 2027: Ia akan mencapai tonggak sejarah yang sama, berjarak satu hari-cahaya dari Matahari.
Sebagai perbandingan, cahaya hanya butuh delapan menit untuk melakukan perjalanan dari Matahari ke Bumi.
Saat ini, Voyager 1 melesat dengan kecepatan sekitar 61.000 km/jam. Namun, di tengah luasnya alam semesta, kecepatan ini terasa seperti merangkak.
Sinyal radio yang dikirimkannya ke Bumi membutuhkan waktu hampir satu hari penuh untuk sampai.
15 November 2026: Voyager 1 akan berada pada jarak tepat satu hari-cahaya, atau sekitar 25,7 miliar kilometer, dari Bumi.
28 Januari 2027: Ia akan mencapai tonggak sejarah yang sama, berjarak satu hari-cahaya dari Matahari.
Prestasi yang Merendahkan Hati
Di balik euforia pencapaian ini, perjalanan Voyager 1 juga menjadi “pelajaran kerendahan hati”. Kecepatannya yang luar biasa di mata manusia, ternyata tak ada apa-apanya jika dibandingkan kecepatan cahaya.Sebagai perbandingan, cahaya hanya butuh delapan menit untuk melakukan perjalanan dari Matahari ke Bumi.
Lihat Juga :