Jebakan Phishing di Tokopedia: Oknum Penjual Nyamar Jadi Kurir, Akun Pembeli Jadi Taruhan

Selasa, 09 September 2025 - 12:04 WIB
Pencurian Data: Di situs palsu inilah bencana dimulai. Korban akan diminta untuk memasukkan data login mereka: nama pengguna, kata sandi, dan yang paling krusial, kode OTP yang masuk ke ponsel mereka.

"Username, password dan OTP akan diminta dan akan dieksploitasi," tegas Alfons. Sekali data ini jatuh ke tangan penipu, mereka memiliki kendali penuh atas akun korban.

Akun Korban Menjadi Senjata Baru

Kengerian tidak berhenti sampai di situ. Akun yang berhasil dibajak tidak hanya dikuras saldonya. Lebih jahat lagi, akun tersebut "didaur ulang" untuk menjadi alat penipuan berikutnya.

Reputasi dan riwayat transaksi akun korban dimanfaatkan oleh penipu untuk menjerat korban-korban baru, menciptakan lingkaran setan penipuan yang sulit diputus.

“Ancaman ini menjadi pengingat keras bahwa di dunia digital, kewaspadaan adalah benteng pertahanan utama,” beber Alfons.

Menurutnya, kemudahan teknologi seringkali berbanding lurus dengan risiko yang menyertainya.

“Para pelaku kejahatan siber tidak pernah berhenti berinovasi, memanfaatkan setiap kelengahan untuk keuntungan mereka. Satu pesan WhatsApp yang tampak sepele, kini bisa menjadi awal dari drama kehilangan akun dan kerugian finansial,”iamenambahkan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!