Sang Penenun Mitos: Kisah di Balik Liang Wenfeng, Sosok No. 1 di Daftar TIME 100 AI
Sabtu, 06 September 2025 - 12:39 WIB
Efeknya seketika. Para investor yang panik langsung melepas saham-saham teknologi Amerika, termasuk Nvidia.
Dalam waktu singkat, pasar saham mengalami kejatuhan mengejutkan senilai USD1 triliun. Liang, yang berasal dari sebuah desa di China Selatan dan baru dua tahun membangun DeepSeek dari perusahaan dagangnya, telah berhasil mengguncang Wall Street dari Beijing.
Ini bukanlah manuver pertamanya. Beberapa bulan sebelumnya, ia telah memicu perang harga brutal di pasar domestik China.
Perusahaannya merilis model bahasa dengan harga yang sangat rendah, memaksa raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba untuk memangkas tarif mereka lebih dari 95%.
Firma riset SemiAnalysis mengungkap bahwa angka tersebut tidak memperhitungkan biaya masif sekitar USD1,6 miliar yang telah digelontorkan DeepSeek untuk membangun infrastruktur komputasi atau "pabrik AI"-nya.
Dalam waktu singkat, pasar saham mengalami kejatuhan mengejutkan senilai USD1 triliun. Liang, yang berasal dari sebuah desa di China Selatan dan baru dua tahun membangun DeepSeek dari perusahaan dagangnya, telah berhasil mengguncang Wall Street dari Beijing.
Ini bukanlah manuver pertamanya. Beberapa bulan sebelumnya, ia telah memicu perang harga brutal di pasar domestik China.
Perusahaannya merilis model bahasa dengan harga yang sangat rendah, memaksa raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba untuk memangkas tarif mereka lebih dari 95%.
Membongkar Mesin Narasi
Namun, di balik kisah heroik seorang underdog ini, ada analisis lebih dalam. Narasi "USD6 juta" yang begitu memukau ternyata adalah sebuah kebenaran yang tidak lengkap.Firma riset SemiAnalysis mengungkap bahwa angka tersebut tidak memperhitungkan biaya masif sekitar USD1,6 miliar yang telah digelontorkan DeepSeek untuk membangun infrastruktur komputasi atau "pabrik AI"-nya.
Lihat Juga :