Tingkat Persetujuan 90%: Begini Jurus Sakti Honest Card Gunakan Teknologi Gamifikasi di Kartu Kredit Mereka
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 15:55 WIB
Lewat gamifikasi di aplikasi mereka, Honest Card mampu membuat pengguna kartu kredit disiplin bertransaksi dan melunasi tagihan. Foto: Honest Card
JAKARTA - Selama puluhan tahun, memiliki kartu kredit di Indonesia terasa seperti mencoba masuk ke sebuah klub elite yang penuh syarat tak kasat mata.
Gaji cukup dan pekerjaan stabil seringkali tak cukup; banyak masyarakat harus menelan pil pahit penolakan tanpa alasan yang jelas. Hasilnya? Penetrasi kartu kredit di Indonesia mandek di angka menyedihkan, hanya 7% dari total populasi.
Di tengah kekosongan inilah, sebuah "kekacauan" baru lahir. Pinjaman online (pinjol) dan Buy Now Pay Later (BNPL) meledak, menciptakan utang konsumtif baru sebesar Rp76 Triliun dan tingkat gagal bayar tertinggi sejak 2017.
Nah, Honest Card datang dengan sebuah janji yang nyaris tak masuk akal, siap mengobrak-abrik aturan main yang sudah usang.
Mereka menawarkan kartu kredit dengan tingkat persetujuan (approval rate) hingga 90%. Namun, di balik angka ajaib ini, tersembunyi sebuah "jurus sakti" yang didasari oleh teknologi dan pendekatan psikologis yang sangat berbeda.
Gaji cukup dan pekerjaan stabil seringkali tak cukup; banyak masyarakat harus menelan pil pahit penolakan tanpa alasan yang jelas. Hasilnya? Penetrasi kartu kredit di Indonesia mandek di angka menyedihkan, hanya 7% dari total populasi.
Di tengah kekosongan inilah, sebuah "kekacauan" baru lahir. Pinjaman online (pinjol) dan Buy Now Pay Later (BNPL) meledak, menciptakan utang konsumtif baru sebesar Rp76 Triliun dan tingkat gagal bayar tertinggi sejak 2017.
Nah, Honest Card datang dengan sebuah janji yang nyaris tak masuk akal, siap mengobrak-abrik aturan main yang sudah usang.
Mereka menawarkan kartu kredit dengan tingkat persetujuan (approval rate) hingga 90%. Namun, di balik angka ajaib ini, tersembunyi sebuah "jurus sakti" yang didasari oleh teknologi dan pendekatan psikologis yang sangat berbeda.
'Sekolah Kredit' di Dalam Genggaman
Bagaimana Honest bisa begitu berani menyetujui hampir semua orang, bahkan memberikan limit awal hanya Rp1?Lihat Juga :