Rotasi Bumi Mendadak Bertambah Cepat, Penyebabnya hingga Kini Belum Terkuak
Senin, 25 Agustus 2025 - 21:31 WIB
Secara umum, bumi membutuhkan waktu 24 jam atau 86.400 detik untuk berputar satu kali pada porosnya. Namun, kecepatan ini dapat mengalami fluktuasi kecil dari waktu ke waktu.
Untuk memantau perubahan ini, lembaga pengamat rotasi bumi, International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), secara konsisten mengukur panjang hari dengan presisi tinggi.
Sejak tahun 2020, IERS menemukan bahwa rotasi bumi mulai mengalami percepatan, dan tren ini terus berlanjut secara stabil hingga kini.
Data dari IERS memprediksi bahwa hari-hari terpendek tahun ini akan jatuh pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus, yang mana kebetulan merupakan saat di mana bulan berada paling jauh dari garis khatulistiwa.
Bulan memiliki pengaruh terhadap rotasi bumi melalui fenomena pengereman pasang surut (tidal braking). Gravitasi bulan menyebabkan tonjolan pasang di bumi.
Untuk memantau perubahan ini, lembaga pengamat rotasi bumi, International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), secara konsisten mengukur panjang hari dengan presisi tinggi.
Sejak tahun 2020, IERS menemukan bahwa rotasi bumi mulai mengalami percepatan, dan tren ini terus berlanjut secara stabil hingga kini.
Data dari IERS memprediksi bahwa hari-hari terpendek tahun ini akan jatuh pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus, yang mana kebetulan merupakan saat di mana bulan berada paling jauh dari garis khatulistiwa.
Bulan memiliki pengaruh terhadap rotasi bumi melalui fenomena pengereman pasang surut (tidal braking). Gravitasi bulan menyebabkan tonjolan pasang di bumi.
Lihat Juga :