AS Berencana Melarang Teknologi China Dipakai untuk Kabel Bawah Laut
Minggu, 20 Juli 2025 - 18:51 WIB
Menurut Komisi Komunikasi Federal AS (FCC), langkah ini merupakan langkah untuk memperkuat keamanan siber dan fisik infrastruktur komunikasi negara tersebut.
Ketua FCC, Brendan Carr, mengatakan partainya akan memberikan suara pada 7 Agustus untuk menyetujui aturan yang bertujuan mencegah perusahaan dari negara-negara yang dikategorikan sebagai "musuh asing" memasok peralatan atau memperoleh lisensi untuk membangun dan mengoperasikan kabel bawah laut yang menghubungkan Amerika Serikat.
"Kami telah menyaksikan infrastruktur kabel bawah laut terancam dalam beberapa tahun terakhir oleh musuh asing seperti China. Oleh karena itu, kami mengambil tindakan untuk melindungi kabel-kabel ini dari kepemilikan dan akses pihak luar, serta ancaman siber dan fisik," ujarnya.
Kabel bawah laut merupakan tulang punggung 99 persen lalu lintas internet internasional, menjadikannya target utama dalam konflik geopolitik dan intelijen.
Sejak 2020, otoritas AS telah membatalkan setidaknya empat proyek kabel yang direncanakan untuk menghubungkan negara tersebut dengan Hong Kong karena masalah keamanan.
Aturan baru ini akan memengaruhi perusahaan-perusahaan dalam daftar entitas ancaman FCC, termasuk Huawei, ZTE, China Telecom, dan China Mobile.
Ketua FCC, Brendan Carr, mengatakan partainya akan memberikan suara pada 7 Agustus untuk menyetujui aturan yang bertujuan mencegah perusahaan dari negara-negara yang dikategorikan sebagai "musuh asing" memasok peralatan atau memperoleh lisensi untuk membangun dan mengoperasikan kabel bawah laut yang menghubungkan Amerika Serikat.
"Kami telah menyaksikan infrastruktur kabel bawah laut terancam dalam beberapa tahun terakhir oleh musuh asing seperti China. Oleh karena itu, kami mengambil tindakan untuk melindungi kabel-kabel ini dari kepemilikan dan akses pihak luar, serta ancaman siber dan fisik," ujarnya.
Kabel bawah laut merupakan tulang punggung 99 persen lalu lintas internet internasional, menjadikannya target utama dalam konflik geopolitik dan intelijen.
Sejak 2020, otoritas AS telah membatalkan setidaknya empat proyek kabel yang direncanakan untuk menghubungkan negara tersebut dengan Hong Kong karena masalah keamanan.
Aturan baru ini akan memengaruhi perusahaan-perusahaan dalam daftar entitas ancaman FCC, termasuk Huawei, ZTE, China Telecom, dan China Mobile.
Lihat Juga :