Burung Moa Raksasa Siap Dihidupkan Kembali, Ini Tantangannya

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:13 WIB
Menjanda di usia 32, Naadira normalisasi bahas kematian dan kesedihan

Sebagai permulaan, "menghilangkan kepunahan" burung jauh lebih sulit daripada mamalia, tetapi mengapa? Telur pengganti memang diperlukan; namun, telur buatan harus dikembangkan karena bagi banyak spesies moa, tidak ada telur dari burung hidup yang dapat menampung anak moa yang sedang tumbuh.

Profesor itu juga mencatat dari penelitian bagaimana para ahli mengetahui tinamou, burung terbang kecil di Amerika Selatan, adalah kerabat terdekat moa.

Oleh karena itu, para ilmuwan harus kembali ke 60 juta tahun yang lalu untuk menemukan nenek moyang yang sama di antara keduanya - jumlah waktu yang signifikan di mana banyak mutasi gen berevolusi, berdampak langsung pada ciri-ciri moa sehingga banyak rekayasa ulang diperlukan agar ciri-ciri moa kembali lagi.

Secara keseluruhan, jauh lebih sulit untuk merekayasa burung secara genetik - dalam hal ini, burung tinamou atau burung yang tidak bisa terbang yang sudah punah seperti moa atau burung yang tidak bisa terbang yang masih hidup yang kita kenal seperti burung unta, kiwi atau emu, untuk menciptakan sejenis hibrida moa, mengingat burung-burung ini termasuk dalam kelompok palaeognath dalam sejarah evolusi.

Hasilnya, rekayasa genetika sesuatu yang menyerupai moa, tetapi pada hakikatnya mungkin bukan moa.

Seperti yang dikatakan Profesor Roawlence, karena "tidak ada analogi hidup moa dalam kelompok paleongath. Kita tidak tahu apakah burung yang diciptakan melalui metode de-extinction akan berfungsi seperti moa dalam ekosistem."

Dibandingkan dengan burung lain yang tidak bisa terbang, Moa menonjol karena mereka tidak punya sayap (bahkan yang tersisa sekalipun), dan rekayasa genetika untuk sifat khusus ini dapat menimbulkan "dampak yang tidak diinginkan."

Dari pengalaman pribadinya dalam mempelajari lebih lanjut sejarah evolusi spesies moa melalui proyek pengurutan genom berkualitas tinggi, Profesor Roawlence mengingat bahwa de-extinction tidak menerima dukungan apa pun saat berdiskusi dengan tangata di seluruh Selandia Baru, berbicara dengan individu rūnanga yang menentang gagasan tersebut dan mempertanyakan apakah Cossal Biosciences telah berkonsultasi dengan mereka mengenai proyek tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!