Lebih Aneh dari yang di Peru, Arkeolog Temukan Mumi Misterius di China

Kamis, 03 Juli 2025 - 07:30 WIB
Penelitian ini membantah teori yang menyebutkan bahwa kelompok tersebut adalah penggembala dari wilayah Laut Hitam di Rusia bagian selatan, orang Asia Tengah, atau petani awal di Dataran Tinggi Iran, dan menyatakan bahwa mereka sudah berada di sana selama beberapa waktu dan memiliki keturunan lokal yang jelas.

Christina Warinner, penulis studi, profesor Antropologi di Universitas Harvard, dan pemimpin kelompok penelitian di Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi, mengatakan dalam sebuah pernyataan:

"Meskipun terisolasi secara genetik, masyarakat Zaman Perunggu di Cekungan Tarim sangat kosmopolitan secara budaya – mereka membangun masakan mereka berdasarkan gandum dan susu dari Asia Barat, millet dari Asia Timur, dan tanaman obat seperti Ephedra dari Asia Tengah."
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!