Lebih Aneh dari yang di Peru, Arkeolog Temukan Mumi Misterius di China

Kamis, 03 Juli 2025 - 07:30 WIB
loading...
Lebih Aneh dari yang...
Mumi misterius di Peru. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
SHANGHAI - Para ahli telah mempersempit asal-usul mumi misterius yang ditemukan di gurun China , dan hasilnya cukup mengejutkan.

BACA JUGA - Mengenal Rosalia Lombardo, Mumi Tercantik di Dunia

Kebanyakan dari kita biasanya mengasosiasikan mumifikasi dengan Mesir Kuno, tetapi sisa-sisa benda mumi lainnya telah ditemukan di seluruh dunia. Di Peru, para ahli dibuat bingung oleh penemuan sisa-sisa mumi "non-manusia" yang hanya memiliki tiga jari .

Penemuan ratusan mumi manusia di gurun Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, China juga membingungkan para ahli, yang kini telah menggunakan data genetik untuk menentukan asal-usulnya.

Mereka ditemukan di dekat Jalur Sutra di Cekungan Tarim, tetapi membuat para ahli bingung karena tradisi mereka yang tidak biasa dan penampilan yang tampak tidak pada tempatnya di wilayah tersebut.

Berasal dari antara tahun 2.000 SM hingga 200 M, mumi-mumi tersebut memiliki ciri-ciri "Barat" dan mengenakan pakaian wol berwarna-warni. Di sampingnya terdapat indikator budaya pertanian, termasuk hewan seperti sapi, domba, dan kambing, serta produk makanan seperti gandum, jelai, dan keju. Mumi-mumi tersebut ditemukan terkubur dalam peti mati berbentuk perahu yang ditutupi kulit sapi.

Dalam sebuah penelitian di jurnal Nature , para peneliti menganalisis data genetik yang dikumpulkan dari 13 mumi tertua di Cekungan Tarim yang diketahui. Mumi-mumi tersebut berasal dari tahun 2.100 hingga 1.700 SM dan telah mengungkap asal-usul orang-orang tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan mumi tersebut merupakan keturunan langsung dari Bangsa Eurasia Utara Kuno – sekelompok pemburu-pengumpul yang menempati padang rumput Eurasia utara dan Siberia. Mereka adalah kelompok yang menghilang sekitar 10.000 tahun yang lalu meskipun sebelumnya telah tersebar luas.

Genetika Eurasia Utara Kuno masih dapat ditemukan pada beberapa populasi kelompok Pribumi di Siberia dan Amerika saat ini.

Penelitian ini membantah teori yang menyebutkan bahwa kelompok tersebut adalah penggembala dari wilayah Laut Hitam di Rusia bagian selatan, orang Asia Tengah, atau petani awal di Dataran Tinggi Iran, dan menyatakan bahwa mereka sudah berada di sana selama beberapa waktu dan memiliki keturunan lokal yang jelas.

Christina Warinner, penulis studi, profesor Antropologi di Universitas Harvard, dan pemimpin kelompok penelitian di Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi, mengatakan dalam sebuah pernyataan:

"Meskipun terisolasi secara genetik, masyarakat Zaman Perunggu di Cekungan Tarim sangat kosmopolitan secara budaya – mereka membangun masakan mereka berdasarkan gandum dan susu dari Asia Barat, millet dari Asia Timur, dan tanaman obat seperti Ephedra dari Asia Tengah."
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Rekomendasi
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved