Penggunaan Drone di Perang Iran dan Israel Ubah Paradigma Konflik Selama Ini

Selasa, 24 Juni 2025 - 16:03 WIB
Di antara mereka, Israel kini menjadi produsen dan peluncur pesawat nirawak tempur yang paling aktif, terutama dalam kampanye invasi di Suriah, Lebanon, dan Jalur Gaza.

Iran juga disebut-sebut tengah membangun armada pesawat nirawak dengan biaya yang lebih murah untuk perang proksi, yang diduga telah menyalurkan teknologi tersebut kepada pejuang Hizbullah dan Huthi yang berada di bawah poros perlawanan anti-Israel.

Sementara itu, Rusia dan sekutunya, Tiongkok, tengah mengejar kemajuan dalam pesawat nirawak bersenjata dan otonom.

Peperangan modern kini menyaksikan penggunaan UAV dalam skala besar karena lebih fleksibel dan sulit dideteksi radar, yang akan mengubah zona konflik menjadi pertempuran antarmesin. - Agency

Sejarah singkat peperangan drone

1. Awal Abad ke-20 – 1940-an

Perang Dunia I & II: Ide UAV pertama kali muncul sebagai jenis torpedo terbang (Kettering Bug) oleh AS pada tahun 1918.

>Pada tahun 1930-an–1940-an, UAV mulai digunakan sebagai latihan target.

2. Perang Dingin (1950-an–1980-an)

>AS dan Uni Soviet (USSR) mengembangkan UAV untuk misi pengintaian. Misalnya, Ryan Firebee (AS) digunakan selama Perang Vietnam. Fokus pada saat itu adalah pengumpulan informasi tanpa serangan agresif.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!