Penggunaan Drone di Perang Iran dan Israel Ubah Paradigma Konflik Selama Ini

Selasa, 24 Juni 2025 - 16:03 WIB
loading...
Penggunaan Drone di...
Penggunaan Drone di Perang Iran dan Israel. CNET
A A A
LONDON - Penggunaan Drone pesawat nirawak dalam konflik bersenjata kini menjadi norma baru dalam peperangan modern, dengan teknologi kendaraan udara nirawak (UAV) yang banyak digunakan oleh negara-negara besar dan negara-negara yang terlibat dalam konflik.

BACA JUGA - Latihan Perang, Iran Merudal Kapal Perang Sendiri

Selama beberapa tahun terakhir, peperangan telah mengalami transformasi yang signifikan karena serangan udara tidak lagi memerlukan kehadiran pilot.

Pesawat nirawak bersenjata, yang dulunya merupakan 'ancaman diam-diam', kini mampu melakukan serangan presisi terhadap target-target penting dari jarak jauh, serta melakukan misi pengintaian dan peperangan elektronik.

UAV digunakan dalam konflik yang sedang berlangsung di Ukraina, Rusia, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Kiev dan Moskow, yang telah berperang selama lebih dari tiga tahun, telah menggunakan ribuan pesawat nirawak untuk saling membalas dan melakukan kegiatan spionase.

Di Yaman, pemberontak Huthi dituduh melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap target-target di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Konflik terbaru melibatkan perang proksi antara Iran dan Israel, yang juga menggunakan pesawat nirawak untuk operasi lintas batas, serangan terhadap infrastruktur musuh dan target strategis.

Namun, penggunaan pesawat nirawak komersial yang dimodifikasi membuat masyarakat internasional khawatir karena biayanya yang rendah, tetapi dampaknya sangat besar.

Israel melancarkan serangan ke Iran barat laut, Iran merespons dengan serangan pesawat nirawak baru
Iran mengubah Israel menjadi Gaza hanyalah awal dari bencana

Analis pertahanan memperingatkan bahwa peningkatan penggunaan UAV dapat merusak stabilitas global, terutama ketika teknologinya mudah diperoleh dan sulit dilacak.

Yang lebih mengkhawatirkan, pengembangan pesawat nirawak otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) berpotensi memicu era baru peperangan tanpa kendali manusia.

Menyusul meningkatnya ancaman tersebut, banyak negara berlomba-lomba mengembangkan sistem pertahanan antipesawat nirawak yang lebih canggih.

Selain itu, masyarakat internasional juga menuntut penerapan undang-undang baru untuk mengendalikan penggunaan senjata ini karena serangan pesawat nirawak dapat dianggap sebagai tindakan agresif atau provokasi berbahaya.

AS adalah pelopor

Amerika Serikat (AS) adalah negara pertama yang menggunakan UAV dalam peperangan, sehingga menjadi pelopor peperangan pesawat nirawak modern.

Setelah serangan 9/11, Washington mulai menggunakan pesawat nirawak bersenjata seperti MQ-1 Predator untuk memburu dan membunuh tersangka teroris di luar medan perang tradisional.

Serangan pesawat nirawak pertama yang diketahui dilancarkan oleh Badan Intelijen Pusat (CIA) di Afghanistan yang menyasar para pemimpin al-Qaeda pada tahun 2002.

Penggunaan pesawat nirawak kemudian meningkat drastis di Pakistan, Yaman, Somalia, dan Irak sebagai 'pengganti' rudal karena biayanya yang lebih rendah dan kemampuannya untuk dikendalikan secara langsung atau otonom.

Setelah AS membuktikan keefektifan dan kecanggihan pesawat nirawak, negara-negara lain mulai mengembangkan dan menggunakan pesawat nirawak mereka sendiri.

Di antara mereka, Israel kini menjadi produsen dan peluncur pesawat nirawak tempur yang paling aktif, terutama dalam kampanye invasi di Suriah, Lebanon, dan Jalur Gaza.

Iran juga disebut-sebut tengah membangun armada pesawat nirawak dengan biaya yang lebih murah untuk perang proksi, yang diduga telah menyalurkan teknologi tersebut kepada pejuang Hizbullah dan Huthi yang berada di bawah poros perlawanan anti-Israel.

Sementara itu, Rusia dan sekutunya, Tiongkok, tengah mengejar kemajuan dalam pesawat nirawak bersenjata dan otonom.

Peperangan modern kini menyaksikan penggunaan UAV dalam skala besar karena lebih fleksibel dan sulit dideteksi radar, yang akan mengubah zona konflik menjadi pertempuran antarmesin. - Agency

Sejarah singkat peperangan drone

1. Awal Abad ke-20 – 1940-an

Perang Dunia I & II: Ide UAV pertama kali muncul sebagai jenis torpedo terbang (Kettering Bug) oleh AS pada tahun 1918.

>Pada tahun 1930-an–1940-an, UAV mulai digunakan sebagai latihan target.

2. Perang Dingin (1950-an–1980-an)

>AS dan Uni Soviet (USSR) mengembangkan UAV untuk misi pengintaian. Misalnya, Ryan Firebee (AS) digunakan selama Perang Vietnam. Fokus pada saat itu adalah pengumpulan informasi tanpa serangan agresif.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Rekomendasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Berita Terkini
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved