Banjir Pelatihan tapi Data Gelap: Komdigi Mengaku Tak Tahu Jumlah Pasti Talenta Digital Indonesia
Sabtu, 21 Juni 2025 - 08:13 WIB
Strategi 'Keroyokan' Tanpa Data Terpusat
Selama ini, untuk menutup jurang kebutuhan talenta yang masif, pemerintah memang menjalankan strategi "keroyokan". Mereka membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin membantu, mulai dari perusahaan teknologi Amerika hingga raksasa China.Namun, di balik strategi yang terlihat kolaboratif ini, tersimpan sebuah masalah fundamental. Pelatihan berjalan di mana-mana, sertifikat dikeluarkan oleh banyak pihak, tetapi tidak ada satu pun pusat data yang menghimpun semua informasi tersebut.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, secara terbuka mengakui adanya "data gelap" ini dan membeberkan rencana mereka untuk akhirnya mulai membereskannya.
"Nanti kami akan adakan yang kami sebut data collecting-nya. Biasanya setiap bulan nanti mereka masukkan data. Tapi ini lagi proses, dalam waktu dekat mudah-mudahan kami akan mengundang perusahaan teknologi global," kata Boni di kantor Komdigi, Jumat (20/6/2025).
Pernyataan "tapi ini lagi proses" adalah sebuah pengakuan yang sangat jujur, sekaligus menohok. Ini berarti, selama bertahun-tahun program ini berjalan, kita seolah berperang dalam kegelapan.
Lihat Juga :