Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?
Senin, 09 Juni 2025 - 21:32 WIB
Komitmen ini, menurut Rivana Mezaya, Director of Digital & Sustainability, Grab Indonesia, adalah bagian dari sebuah visi besar. "Di Grab, keberlanjutan lebih dari sekadar teknologi atau infrastruktur. Kami ingin membangun sebuah ekosistem yang dapat berdampak lestari bagi alam Indonesia," ujarnya.
Upaya lain pun tak kalah mentereng. Mulai dari penanaman ratusan ribu pohon mangrove, perlindungan 149.800 hektar hutan gambut di Kalimantan, hingga pengumpulan 4.000 kilogram sampah plastik melalui mesin penukaran botol. Semua ini adalah bagian dari program "Langkah Hijau" yang didanai sebagian oleh kontribusi sukarela pengguna.
Sebuah Tetesan di Lautan Masalah?
Di sinilah letak ironi yang menusuk. Grab sendiri mengakui bahwa Indonesia menghadapi tantangan lingkungan yang masif: deforestasi yang terus meningkat, polusi plastik yang merusak laut, dan polusi udara yang memangkas harapan hidup rata-rata warganya.Lihat Juga :