Cara Kim Jong-un Menyensor Ponsel yang Beredar di Korut Terungkap!
Minggu, 08 Juni 2025 - 21:34 WIB
Tindakan keras terhadap media yang dikonsumsi di negara tersebut dikatakan sangat ekstrem, dengan laporan media tahun lalu bahwa 30 remaja dieksekusi karena menonton drama Korea Selatan.
Martyn Williams, pakar teknologi dan informasi Korea Utara, mengatakan kepada BBC: "Ponsel pintar sekarang menjadi bagian tak terpisahkan dari cara Korea Utara mencoba mengindoktrinasi masyarakat.
"Alasan di balik kontrol ini adalah karena banyak sekali mitos seputar keluarga Kim yang dibuat-buat. Banyak hal yang mereka sampaikan kepada orang-orang adalah kebohongan."
Sementara itu, Kang Gyuri, seorang pembangkang Korea Utara, berbicara kepada BBC News setelah dia melarikan diri dari rezim tersebut pada tahun 2023 untuk tinggal di pengasingan di Korea Selatan.
Mengenang bagaimana rasanya tinggal di Korea Utara, Gyuri berkata: "Saya merasa sangat tercekik, dan tiba-tiba ingin pergi.
"Dulu saya pikir wajar saja jika negara membatasi kita sedemikian rupa. Saya pikir negara lain juga menerapkan pembatasan seperti ini. Namun, kemudian saya menyadari bahwa hal itu hanya terjadi di Korea Utara."
Martyn Williams, pakar teknologi dan informasi Korea Utara, mengatakan kepada BBC: "Ponsel pintar sekarang menjadi bagian tak terpisahkan dari cara Korea Utara mencoba mengindoktrinasi masyarakat.
"Alasan di balik kontrol ini adalah karena banyak sekali mitos seputar keluarga Kim yang dibuat-buat. Banyak hal yang mereka sampaikan kepada orang-orang adalah kebohongan."
Sementara itu, Kang Gyuri, seorang pembangkang Korea Utara, berbicara kepada BBC News setelah dia melarikan diri dari rezim tersebut pada tahun 2023 untuk tinggal di pengasingan di Korea Selatan.
Mengenang bagaimana rasanya tinggal di Korea Utara, Gyuri berkata: "Saya merasa sangat tercekik, dan tiba-tiba ingin pergi.
"Dulu saya pikir wajar saja jika negara membatasi kita sedemikian rupa. Saya pikir negara lain juga menerapkan pembatasan seperti ini. Namun, kemudian saya menyadari bahwa hal itu hanya terjadi di Korea Utara."
(wbs)
Lihat Juga :