Nvidia: AS Gagal Total Bikin China Sengsara, Justru Perusahaan Kami yang Merana!
Kamis, 22 Mei 2025 - 11:44 WIB
Awal pekan ini, Kementerian Perdagangan China merespons perubahan kebijakan chip terbaru dari pemerintahan Trump, menyebut kebijakan AS sebagai "berlebihan" dan "intimidasi", serta menuntut Gedung Putih "memperbaiki kesalahannya."
“AS menyalahgunakan langkah-langkah kendali ekspor, memberlakukan pembatasan yang tidak dapat dibenarkan pada produk chip China dan bahkan mengganggu penggunaan chip produksi dalam negeri oleh perusahaan China di China," tegas Kementerian Perdagangan China, menunjukkan kemarahan Beijing atas apa yang mereka anggap sebagai intervensi berlebihan.
Menanggapi kebijakan ini, Gedung Putih telah membatalkan "Aturan Difusi AI Berjenjang" ( AI Diffusion Rule) yang digulirkan oleh mantan Presiden Joe Biden pada Januari dan berjanji akan menggantinya secara penuh di masa mendatang.
Di tengah tarik-ulur geopolitik ini, Nvidia terjebak di tengah-tengah. Jensen Huang, harus menyeimbangkan diri di tengah "perang dingin" teknologi yang semakin dalam.
Nvidia dan Ambisi China di Ranah AI
Pekan lalu di Arab Saudi, Presiden Donald Trump menyebut Huang sebagai "teman" dan memuji investasi AI Nvidia yang masif. Huang mendampingi Trump dalam perjalanan ke Timur Tengah, menjadi perwakilan terkemuka kekuatan teknologi global AS. Namun, Huang juga dikenal menjaga hubungan erat dengan China dan secara terbuka memuji kemampuan teknologi negara tersebut.
“AS menyalahgunakan langkah-langkah kendali ekspor, memberlakukan pembatasan yang tidak dapat dibenarkan pada produk chip China dan bahkan mengganggu penggunaan chip produksi dalam negeri oleh perusahaan China di China," tegas Kementerian Perdagangan China, menunjukkan kemarahan Beijing atas apa yang mereka anggap sebagai intervensi berlebihan.
Menanggapi kebijakan ini, Gedung Putih telah membatalkan "Aturan Difusi AI Berjenjang" ( AI Diffusion Rule) yang digulirkan oleh mantan Presiden Joe Biden pada Januari dan berjanji akan menggantinya secara penuh di masa mendatang.
Di tengah tarik-ulur geopolitik ini, Nvidia terjebak di tengah-tengah. Jensen Huang, harus menyeimbangkan diri di tengah "perang dingin" teknologi yang semakin dalam.
Nvidia dan Ambisi China di Ranah AI
Pekan lalu di Arab Saudi, Presiden Donald Trump menyebut Huang sebagai "teman" dan memuji investasi AI Nvidia yang masif. Huang mendampingi Trump dalam perjalanan ke Timur Tengah, menjadi perwakilan terkemuka kekuatan teknologi global AS. Namun, Huang juga dikenal menjaga hubungan erat dengan China dan secara terbuka memuji kemampuan teknologi negara tersebut.
Lihat Juga :