Mengapa Danau Aral Mengering?
Senin, 12 Mei 2025 - 11:00 WIB
Proyek ini dimulai pada tahun 1960-an dan terus berlanjut selama beberapa dekade, menyebabkan penurunan volume air dan luas permukaan danau secara signifikan.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Earth Sciences (2018) meneliti dampak hidrologi dan lingkungan dari penyusutan Danau Aral. Dalam abstrak penelitiannya disebutkan pengeringan danau Aral, salah satu bencana lingkungan terbesar abad ke-20, adalah konsekuensi langsung dari pengalihan air skala besar dari dua anak sungai utamanya, Sungai Amu Darya dan Syr Darya, untuk tujuan irigasi yang dimulai pada tahun 1960-an.
NASA Earth Observatory juga telah mendokumentasikan perubahan dramatis Danau Aral melalui citra satelit selama beberapa dekade. Dalam artikel mereka yang berjudul "The Shrinking Aral Sea" (diakses pada 11 Mei 2025), mereka menyatakan Aral dulunya adalah danau terbesar keempat di dunia. Namun, dimulai pada tahun 1960-an, sungai-sungai yang mengalirkannya dialihkan oleh proyek irigasi Soviet. Pada tahun 2014, Basin Timur telah mengering sepenuhnya.
Penelitian lain, dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2019) membahas dampak kesehatan dari krisis Danau Aral. Para peneliti mencatat bahwa praktik irigasi yang tidak berkelanjutan yang diterapkan pada era Soviet, yang memprioritaskan produksi kapas di wilayah kering Asia Tengah, menyebabkan penurunan drastis volume air Laut Aral.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Earth Sciences (2018) meneliti dampak hidrologi dan lingkungan dari penyusutan Danau Aral. Dalam abstrak penelitiannya disebutkan pengeringan danau Aral, salah satu bencana lingkungan terbesar abad ke-20, adalah konsekuensi langsung dari pengalihan air skala besar dari dua anak sungai utamanya, Sungai Amu Darya dan Syr Darya, untuk tujuan irigasi yang dimulai pada tahun 1960-an.
NASA Earth Observatory juga telah mendokumentasikan perubahan dramatis Danau Aral melalui citra satelit selama beberapa dekade. Dalam artikel mereka yang berjudul "The Shrinking Aral Sea" (diakses pada 11 Mei 2025), mereka menyatakan Aral dulunya adalah danau terbesar keempat di dunia. Namun, dimulai pada tahun 1960-an, sungai-sungai yang mengalirkannya dialihkan oleh proyek irigasi Soviet. Pada tahun 2014, Basin Timur telah mengering sepenuhnya.
Penelitian lain, dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2019) membahas dampak kesehatan dari krisis Danau Aral. Para peneliti mencatat bahwa praktik irigasi yang tidak berkelanjutan yang diterapkan pada era Soviet, yang memprioritaskan produksi kapas di wilayah kering Asia Tengah, menyebabkan penurunan drastis volume air Laut Aral.
Lihat Juga :