Mengapa Wajah Manusia, Neanderthal, dan Simpanse Sangat Berbeda?
Sabtu, 29 Maret 2025 - 13:37 WIB
2. Perkembangan Otak: Perkembangan otak manusia mungkin telah mengharuskan perubahan bentuk tengkorak, secara tidak langsung memengaruhi perkembangan wajah.
3. Domestikasi Diri: Beberapa antropolog berpendapat bahwa manusia mungkin telah mengalami proses domestikasi diri, memilih individu yang lebih kooperatif dan kurang agresif dari generasi ke generasi. Proses ini, mirip dengan domestikasi anjing, mungkin telah menghasilkan perubahan halus pada fitur wajah, termasuk wajah yang lebih datar.
Baca Juga: Sel kulit Manusia Diklaim Diam-diam Berteriak untuk Berkomunikasi
Hasilnya sangat mencolok. Neanderthal, jika tumbuh seperti manusia, akan mengembangkan wajah yang jauh lebih kecil dan lebih tertahan, secara esensial, lebih mirip manusia. Sebaliknya, bayi manusia, mengikuti lintasan pertumbuhan Neanderthal, akan mengembangkan wajah dengan fitur yanglebihmenonjol.
3. Domestikasi Diri: Beberapa antropolog berpendapat bahwa manusia mungkin telah mengalami proses domestikasi diri, memilih individu yang lebih kooperatif dan kurang agresif dari generasi ke generasi. Proses ini, mirip dengan domestikasi anjing, mungkin telah menghasilkan perubahan halus pada fitur wajah, termasuk wajah yang lebih datar.
Eksperimen Pikiran: Bagaimana Jika?
Untuk lebih lanjut mengeksplorasi signifikansi perbedaan perkembangan ini, para peneliti melakukan eksperimen pemikiran. Mereka memodelkan apa yang akan terjadi jika bayi Neanderthal tumbuh sesuai pola manusia, dan sebaliknya.Baca Juga: Sel kulit Manusia Diklaim Diam-diam Berteriak untuk Berkomunikasi
Hasilnya sangat mencolok. Neanderthal, jika tumbuh seperti manusia, akan mengembangkan wajah yang jauh lebih kecil dan lebih tertahan, secara esensial, lebih mirip manusia. Sebaliknya, bayi manusia, mengikuti lintasan pertumbuhan Neanderthal, akan mengembangkan wajah dengan fitur yanglebihmenonjol.
(dan)
Lihat Juga :