Oksigen di Galaksi Terjauh Ungkap Rahasia Awal Mula Kehidupan di Bumi
Selasa, 25 Maret 2025 - 10:18 WIB
"Ini seperti menemukan remaja yang hanya akan melihat bayi," menurut Sander Schouws, penulis utama studi yang kini telah diterima untuk dipublikasikan di The Astrophysical Journal . "Hasilnya menunjukkan galaksi telah terbentuk dengan sangat cepat dan juga mengalami pematangan dengan cepat, menambah bukti yang semakin banyak bahwa pembentukan galaksi terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan."
JADES-GS-z14-0 berjarak 13,4 miliar tahun cahaya dari Bumi NASA, ESA, CSA, STScI, B. Robertson (UC Santa Cruz), B. Johnson (CfA), S. Tacchella (Cambridge), P. Cargile (CfA)
“Saya terkesima dengan hasil yang tak terduga ini karena hal tersebut membuka pandangan baru mengenai fase-fase awal evolusi galaksi,” kata Stefano Carniani dari Scuola Normale Superiore, penulis utama makalah kedua yang kini telah diterima untuk dipublikasikan di Astronomy & Astrophysics .
"Bukti bahwa sebuah galaksi sudah matang di alam semesta yang masih muda menimbulkan pertanyaan tentang kapan dan bagaimana galaksi terbentuk."
Gergö Popping, seorang astronom di Pusat Regional ALMA Eropa milik European Southern Observatory yang tidak ikut serta dalam penelitian tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Hal ini menunjukkan galaksi dapat terbentuk lebih cepat setelah Big Bang daripada yang diperkirakan sebelumnya.”
JADES-GS-z14-0 berjarak 13,4 miliar tahun cahaya dari Bumi NASA, ESA, CSA, STScI, B. Robertson (UC Santa Cruz), B. Johnson (CfA), S. Tacchella (Cambridge), P. Cargile (CfA)
“Saya terkesima dengan hasil yang tak terduga ini karena hal tersebut membuka pandangan baru mengenai fase-fase awal evolusi galaksi,” kata Stefano Carniani dari Scuola Normale Superiore, penulis utama makalah kedua yang kini telah diterima untuk dipublikasikan di Astronomy & Astrophysics .
"Bukti bahwa sebuah galaksi sudah matang di alam semesta yang masih muda menimbulkan pertanyaan tentang kapan dan bagaimana galaksi terbentuk."
Gergö Popping, seorang astronom di Pusat Regional ALMA Eropa milik European Southern Observatory yang tidak ikut serta dalam penelitian tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Hal ini menunjukkan galaksi dapat terbentuk lebih cepat setelah Big Bang daripada yang diperkirakan sebelumnya.”
(wbs)
Lihat Juga :