3 Penyebab Hipotermia di Gunung seperti yang Dialami Pendaki Carstensz Rombongan Fiersa Besari

Senin, 10 Maret 2025 - 16:47 WIB

1. Cuaca Dingin dan Angin Kencang

Suhu di gunung bisa turun drastis, bahkan dapat menjadi sangat rendah pada kondisi cuaca tertentu. Paparan suhu rendah tersebut bisa membuat seseorang terkena hipotermia.

Belum lagi, adanya angin kencang juga dapat memperburuk kondisi. Fenomena tersebut bisa memunculkan wind chill effect yang dapat mempercepat hilangnya panas tubuh dan meningkatkan risiko hipotermia.

2. Perlengkapan Mendaki yang Tidak Memadai

Pendaki seharusnya mempersiapkan banyak hal sebelum mulai mendaki, termasuk pakaian yang aman. Kesalahan dalam pemilihan pakaian bisa meningkatkan potensi terkena hipotermia saat mendaki.

Contohnya, pakaian yang tidak tahan air atau angin bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap dingin. Apabila baju basah akibat hujan, salju, atau keringat, tubuh dapat kehilangan panas 25 kali lebih cepat dibanding saat kering.

Selain itu, ada juga kondisi seperti kurangnya sarung tangan, kaus kaki, atau pelindung kepala yang membuat panas tubuh lebih cepat keluar.

3. Tidak Prima saat Mendaki

Mendaki gunung tentu membutuhkan banyak energi. Biasanya, pendaki yang lelah, kurang tidur atau mengidap kondisi tertentu bisa lebih rentan terhadap hipotermia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!