Deepseek Vs ChatGPT, Pengguna Indonesia Harus Pilih yang Mana?

Senin, 10 Februari 2025 - 08:20 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Indonesia?

Sebagai pengguna awam, Alfons menyebut bahwa pengguna di Indonesia tidak perlu terburu-buru beralih dari ChatGPT ke Deepseek. Keduanya menawarkan layanan gratis yang cukup memadai untuk kebutuhan sehari-hari. “Justru, kehadiran Deepseek memberikan lebih banyak pilihan dan keuntungan bagi konsumen,” ungkap Alfons.

Keamanan Data: Isu yang Perlu Dicermati

Mengenai isu keamanan data pengguna Deepseek yang servernya berada di China, kekhawatiran ini sebenarnya tidak berbeda dengan ketika kita menggunakan aplikasi lain seperti ChatGPT, Google Maps, Instagram, dan Whatsapp yang servernya juga tidak berada di Indonesia. “Data kita tetap berada di bawah penguasaan perusahaan dan pemerintah asing,” beber Alfons.

Namun, Alfons juga mengatakan bahwa kekhawatiran yang berlebihan terhadap keamanan data Deepseek seharusnya tidak menghalangi kita untuk memanfaatkan AI. Indonesia justru perlu memanfaatkan momentum ini untuk mengejar ketertinggalan dalam pengembangan dan implementasi AI.

Baca Juga: Sebelum Sebesar TikTok, AS Ingin Secepatnya DeepSeek Dibunuh

Bijak dalam Menggunakan AI

Penting untuk diingat bahwa AI, termasuk Deepseek dan ChatGPT, adalah alat bantu untuk meningkatkan produktivitas. “Kita sebagai pengguna harus bijak dalam memilah dan menggunakan informasi yang dihasilkan oleh AI, karena tidak ada jaminan 100% akurasi,”ujarAlfons.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!