Deepseek Vs ChatGPT, Pengguna Indonesia Harus Pilih yang Mana?

Senin, 10 Februari 2025 - 08:20 WIB
Deepseek telah membuktikan bahwa pendekatan open source dan efisien dalam pengembangan AI mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing. Foto: ist
JAKARTA - Deepseek, asisten AI baru, telah menggemparkan pasar dengan menduduki peringkat #1 aplikasi gratis di App Store dan Google Play, mengalahkan ChatGPT.

Kemenangan ini bukanlah sekadar persaingan antara China dan Amerika, tetapi lebih merupakan pembuktian keunggulan open source dibandingkan close source. Demikian diungkap oleh Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Alfons Tanujaya.



Deepseek, menurut Alfons, memanfaatkan sumber daya open source seperti PyTorch dan Llama, mampu membangun aplikasi yang tidak hanya canggih. “Tetapi juga memungkinkan pengguna memiliki server AI sendiri, sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan dengan ChatGPT,” ungkapnya.

Mungkinkah Deepseek Menjadi Penguasa Baru?

Meskipun sukses di awal, Alfons menilai terlalu dini untuk memastikan apakah Deepseek akan terus berjaya dan mengalahkan raksasa AI lainnya. Namun, pencapaian Deepseek adalah bukti bahwa perusahaan China mampu bersaing dan mengalahkan perusahaan teknologi raksasa Amerika.

Efisiensi Biaya Pengembangan AI

Deepseek juga membuktikan bahwa pendekatan pengembangan AI yang haus prosesor dan daya listrik, seperti yang dilakukan oleh perusahaan rintisan Amerika, ternyata tidak efisien dan sangat mahal.

“Deepseek mampu memberikan layanan setara dengan biaya yang jauh lebih rendah, mengguncang harga saham perusahaan IT raksasa dunia,” bebernya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!