Sebelum Sebesar TikTok, AS Ingin Secepatnya DeepSeek Dibunuh

Minggu, 09 Februari 2025 - 23:32 WIB
Mereka beralasan bahwa Beijing memiliki kemampuan untuk menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan pemantauan dan menyebarkan misinformasi.

“Partai Komunis China telah dengan sangat jelas menjelaskan bahwa mereka akan memanfaatkan segala cara yang mereka miliki untuk merusak keamanan nasional kita, menyebarkan disinformasi yang berbahaya, dan mengumpulkan data tentang warga Amerika,” kata Gottheimer dalam pernyataan tertulis.

“Kita tidak bisa mengambil risiko Partai Komunis China menyusupi perangkat pejabat pemerintah kita dan membahayakan keamanan nasional kita.”

Usulan itu disampaikan setelah perusahaan perangkat lunak asal China itu pada Januari lalu mempublikasikan sebuah model AI yang memiliki kinerja yang bersaing dengan model-model AI yang dikembangkan perusahaan-perusahaan Amerika seperti OpenAI, Meta, Alphabet dan lainnya.

Tahun lalu, Kongres dan presiden AS, yang kala itu masih dijabat Joe Biden, menyetujui divestasi TikTok dari perusahaan induknya yang berasal dari China, atau terancam dilarang di seluruh AS. Kebijakan itu kini tengah ditangguhkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!