Afrika Mulai Terbagi Menjadi Dua dan Membentuk Samudra Keenam di Bumi

Kamis, 06 Februari 2025 - 09:24 WIB
Afrika merupakan rumah bagi salah satu retakan terbesar di dunia - Sistem Retakan Afrika Timur (EARS) - yang begitu besar hingga melintasi sejumlah negara seperti Etiopia, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, dan Mozambik.

Pada dasarnya, retakan telah muncul di area ini dan pada akhirnya akan pecah yang akan memisahkan lempeng Somalia yang lebih kecil dari lempeng Nubia yang lebih besar. Anda akan keliru jika mengira ini adalah proses yang cepat karena retakan ini membutuhkan waktu 25 juta tahun untuk terbentuk.

Ketika samudra ini akhirnya terpisah di masa depan yang sangat jauh, samudra keenam baru akan terbentuk dan sebagai akibatnya negara-negara yang sebelumnya terkurung daratan seperti Rwanda, Uganda, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Malawi, dan Zambia akan mendapatkan garis pantai.

(Kiri) Pangaea, dan (kanan) benua-benua yang kita kenal sekarang akibat dari pergeseran benua iStockphoto oleh Getty Images

Topik tentang benua yang terpisah ini semakin menarik perhatian ketika pada tahun 2018 sebuah retakan besar (kedalaman 50 kaki dan lebar 65 kaki di beberapa tempat, media lokal melaporkan pada saat itu) di Lembah Rift Kenya menjadi berita utama dan lokasinya mengundang banyak perhatian di dunia maya. Apakah ini akibat pergerakan tektonik atau hanya erosi tanah akibat hujan lebat?

"Lembah ini memiliki sejarah aktivitas tektonik dan vulkanik," kata ahli geologi David Adede kepada Daily Nation saat itu. "Meskipun retakan tersebut tidak aktif secara tektonik di masa lalu, mungkin ada pergerakan di kedalaman kerak bumi yang mengakibatkan zona-zona lemah yang meluas hingga ke permukaan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!